SUMENEP, penamadura.com – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Moh. Anwar Sumenep mulai menerapkan sistem pengiriman obat langsung ke rumah pasien sebagai upaya mengurangi antrean di instalasi farmasi.
Kebijakan ini diterapkan untuk menjawab keluhan pasien terkait lamanya waktu tunggu pengambilan obat setelah dinyatakan boleh pulang oleh dokter.
Dengan sistem tersebut, pasien tidak lagi harus menunggu obat selesai disiapkan di rumah sakit. Mereka diperbolehkan langsung pulang, sementara obat akan dikirim menyusul ke alamat masing-masing.
Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Erliyati, mengatakan, layanan ini dirancang untuk mempercepat alur pelayanan sekaligus meningkatkan kenyamanan pasien.
“Pasien yang telah dinyatakan sembuh oleh dokter dan dapat pulang ke rumahnya, bisa langsung pulang tanpa harus menunggu keluarnya obat,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, rumah sakit bekerja sama dengan pihak ketiga berupa jasa pengiriman. Obat yang telah disiapkan oleh instalasi farmasi akan diserahkan kepada kurir untuk kemudian diantar ke alamat pasien yang telah diverifikasi.
“Kami akan bekerja sama dengan pihak ketiga yakni jasa paket untuk mengantarkan obat pasien sampai ke alamat yang dituju,” kata dia.
Menurut Erliyati, kebijakan ini mulai menunjukkan dampak terhadap kelancaran pelayanan. Antrean di bagian farmasi berangsur berkurang sehingga proses layanan menjadi lebih efisien.
Selain itu, pengurangan kepadatan di area pelayanan dinilai penting untuk menjaga kenyamanan pasien lain yang masih menjalani perawatan.
Ia menambahkan, inovasi tersebut merupakan bagian dari upaya peningkatan mutu layanan kesehatan di daerah, sekaligus mendukung kebijakan pemerintah daerah dalam memperbaiki kualitas pelayanan publik.
“Inovasi ini merupakan bagian dari komitmen dalam mendukung bupati dan wakil bupati Sumenep sekaligus menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih maksimal dan sepenuh hati,” ucapnya.
Pihak rumah sakit memastikan proses distribusi obat dilakukan secara aman dan tepat, baik dari sisi jenis obat maupun ketepatan alamat penerima. Evaluasi juga akan dilakukan secara berkala guna memastikan layanan berjalan optimal.
“Semoga masyarakat semakin terbantu dengan layanan ini dan dapat menerima obat tepat waktu tanpa harus kembali ke rumah sakit,” tuturnya. (Red/Emha)






