11

Perebutkan Piala DRT The Big Family, Festival Banjari Sumenep Siapkan Hadiah Rp10 Juta Plus

Pena Madura
Perebutkan Piala DRT The Big Family, Festival Banjari Sumenep Siapkan Hadiah Rp10 Juta Plus
A-AA+A++

Sumenep, Penamadura.com – DRT Gemar Bersholawat menggelar Festival Banjari Al-Habsyi se-Kabupaten Sumenep untuk memperebutkan Piala DRT The Big Family. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 sekaligus wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan kreativitas seni Islami.

Festival dijadwalkan berlangsung pada 22–25 Oktober 2026 di Pondok Pesantren Al-Islamiyah, Desa Pakondang, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Sementara malam puncak dijadwalkan pada 30 Oktober 2026 di Lapangan Banasare, Kecamatan Rubaru, dengan menghadirkan Majelis Sholawat At-Taufiq dari Kabupaten Sampang.

Ketua Panitia, Imam Mustain R., mengatakan festival tersebut tidak sekadar menjadi ajang perlombaan musik Islami, tetapi juga sarana mempererat persaudaraan dan menjaga tradisi bersholawat di tengah masyarakat.

“Melalui Festival Banjari Al-Habsyi ini, kami ingin menghadirkan kegiatan positif yang mampu menyatukan para pecinta shalawat. Bukan hanya mengejar kemenangan, tetapi juga mempererat ukhuwah Islamiyah dan menjaga tradisi seni Islami agar tetap hidup di tengah masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, momentum Hari Santri Nasional perlu diisi dengan kegiatan positif yang mampu menumbuhkan karakter, kedisiplinan, sportivitas, dan semangat kebersamaan di kalangan generasi muda.

Karena itu, festival ini diharapkan menjadi ruang bagi kelompok banjari untuk menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus memperluas silaturahmi antarpeserta dari berbagai wilayah di Kabupaten Sumenep.

Panitia menyediakan hadiah uang tunai Rp10 Juta lebih, trofi, dan piagam penghargaan bagi para pemenang. Juara pertama akan memperoleh Rp5 juta, juara kedua Rp3 juta, dan juara ketiga Rp1,5 juta.

Selain kategori utama, panitia juga menyediakan penghargaan khusus Best Jingle dengan hadiah Rp1 juta beserta piagam penghargaan.

Perebutan Piala DRT The Big Family diharapkan mendorong setiap kelompok mempersiapkan penampilan terbaik, mulai dari adab, kekompakan, kreativitas, hingga kualitas lantunan sholawat.

Meski demikian, Imam menegaskan bahwa nilai utama festival bukan semata-mata kemenangan, melainkan semangat persaudaraan dan kecintaan kepada Rasulullah SAW.

“Kami berharap seluruh peserta dapat berkompetisi secara sehat, menjaga adab, dan menjunjung tinggi sportivitas. Mari kita jadikan festival ini sebagai kesempatan untuk belajar, berbagi pengalaman, serta memperkuat persaudaraan melalui shalawat,” tuturnya.

Festival Banjari Al-Habsyi Piala DRT The Big Family terbuka untuk kategori umum di wilayah Kabupaten Sumenep. Panitia membatasi peserta sebanyak 20 grup, dengan maksimal 10 orang dalam setiap kelompok.

Pendaftaran dibuka mulai 9 hingga 19 Oktober 2026 dengan biaya Rp100 ribu per grup. Berdasarkan informasi panitia, setiap grup juga mendapatkan satu slop rokok DRT Exclusive sesuai ketentuan yang berlaku.

Calon peserta dapat menghubungi panitia melalui WhatsApp 0878-1571-5673 untuk memperoleh informasi lebih lanjut mengenai persyaratan, pendaftaran, dan teknis perlombaan.

Sementara itu, technical meeting dijadwalkan pada 20 Oktober 2026 di Ayoka Cafe. Pertemuan tersebut akan membahas ketentuan lomba dan teknis penampilan yang harus dipahami seluruh peserta.

Dalam perlombaan, setiap grup diwajibkan membawakan satu lagu sholawat dan menampilkan jingle bertema “Dhuana Reng Toa (DRT)”. Durasi penampilan maksimal 15 menit, termasuk pemeriksaan suara atau sound check.

Peserta juga diwajibkan membawa peralatan sendiri sesuai ketentuan panitia. Seluruh peserta harus mematuhi aturan perlombaan, sedangkan keputusan dewan juri dinyatakan tidak dapat diganggu gugat.

Melalui kegiatan ini, DRT Gemar Bersholawat mengajak kelompok banjari dan masyarakat untuk menyemarakkan Hari Santri Nasional 2026 melalui syiar keagamaan, kreativitas, dan persaudaraan.

Panitia berharap festival tersebut tidak hanya melahirkan para juara, tetapi juga memperkuat kecintaan generasi muda terhadap sholawat serta menjaga keberlangsungan seni banjari sebagai bagian dari tradisi keislaman di Kabupaten Sumenep.

Dengan kuota terbatas hanya 20 grup, kelompok banjari yang berminat diimbau segera mendaftarkan diri sebelum penutupan pendaftaran pada 19 Oktober 2026.