SUMENEP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menggelar Festival Kuliner Nusantara dan Pameran Museum, batu akik, keris, seni ukir, serta bonsai di depan Museum Keraton Sumenep, Sabtu (10/10/2026).
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Wakil Bupati Sumenep, KH. Imam Hasyim. Pembukaan diawali dengan pemberian santunan kepada 10 anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus ungkapan rasa syukur.
Dalam sambutannya, KH. Imam Hasyim menyampaikan bahwa pameran tersebut tidak hanya menjadi ajang untuk menampilkan kekayaan budaya dan kreativitas masyarakat, tetapi juga diharapkan mampu meningkatkan perekonomian para pelaku usaha dan komunitas yang terlibat.
Menurutnya, berbagai produk dan karya yang dipamerkan, mulai dari batu akik, keris, seni ukir hingga bonsai, memiliki nilai budaya sekaligus potensi ekonomi yang dapat dikembangkan.
“Semua yang dipamerkan ini merupakan anugerah dari Allah dan pasti memberikan nilai ekonomis, baik bagi para pelaku, pengunjung, maupun masyarakat Sumenep pada umumnya,” kata KH. Imam Hasyim.
Sementara itu, Festival Kuliner Nusantara yang menampilkan jajanan tradisional mentho diikuti oleh seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Sumenep.
Festival tersebut diharapkan dapat meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap kuliner lokal Madura sekaligus memperkenalkan kekayaan makanan tradisional kepada generasi muda agar tetap dikenal dan dilestarikan.
Selain menjadi ruang promosi kuliner tradisional, kegiatan ini juga membuka peluang bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat ragam makanan khas daerah yang memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai produk unggulan.
Usai pembukaan, Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo bersama Wakil Bupati dan seluruh anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) meninjau berbagai stan pameran. Mereka melihat secara langsung koleksi dan produk yang ditampilkan, termasuk kerajinan, batu akik, keris, seni ukir, bonsai, serta aneka jajanan mentho dalam Festival Kuliner Nusantara.
Melalui kegiatan tersebut, Pemkab Sumenep berharap kekayaan budaya dan kuliner lokal semakin dikenal luas, sekaligus mampu mendorong kreativitas, melestarikan tradisi, dan meningkatkan peluang ekonomi masyarakat.(Man/Red)






Tidak ada Respon