oleh

Momentum Bulan Kemerdekaan, Polres Sumenep Bersama KJS Nobar Film ‘Sayap-sayap Patah’

Pena Madura, Sumenep, 29 Agustus 2022 – Pada momentum bulan kemerdekaan HUT RI ke-77 ini, Polres Sumenep, Jawa Timur, bersama Komunitas Jurnalis Sumenep (KJS) nonton bareng film ‘Sayap-sayap Patah’ yang mengandung nilai patriotisme dan nasionalis terhadap NKRI, di Bioskop Bangkal, Kota Sumenep, Selasa (30/08/2022) siang.

Sebelum nonton bareng, Komunitas Jurnalis Sumenep (KJS) melakukan peliputan sejumlah kasus judi, baik judi online dan judi darat yang dirilis langsung oleh Kapolres Sumemep AKBP Edo Satya Kentriko di mapolres setempat.

Usai melakukan peliputan Kapolres bersama jurnalis bergerak menuju lokasi nonton bareng film ‘Sayap-saya Patah’ di bioskop Bangkal, Kecamatan Kota Sumenep.

Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti menerangkan, film yang berjudul ‘sayap sayap patah’ ini bisa meneladani sosok polisi yang digambarkan dalam cerita yang diangkat dari kisah nyata. “Di dalamnya ada nilai-nilai patriotisme, kesetiaan dan cinta. Terutama sosok istri dari anggota Densus 88,”terangnya.

Menurutnya, dalam Film tersebut digambarkan anggota polisi yang bertugas untuk negara di dalamnya tergambar pengorbanan dalam menumpas Terorisme di Indonesia. “Film ini bisa menumbuhkan inspirasi tugas, semangat dan mental anggota, karena Ini adalah pilihan kita untuk menjadi pelindung dan pengayom masyarakat,” tuturnya.

Bu Widi sapaan akrabnya menambahkan, bahwa polisi banyak menghadapi tantangan berat dalam tugas-tugasnya, ada kalanya tugas yang diemban cukup berat dan beresiko tinggi bagi diri anggota dan keluarga, “Kapolres berharap anggotanya selalu bersemangat menjalankan tugasnya. ‘Berat dan ringannya tetap semangat dalam bertugas’,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Komunitas Jurnalis Sumenep (KJS), Ahmad Sa’ie mengaku sangat tersentuh menonton film ini. Pasalnya melihat tugas polisi ternyata begitu berat tidak semudah membalikkan telapak tangan, melainkan penuh perjuangan yang beradarah-darah,”Kita patut apresiasi terhadap tugas polisi yang sangat berat dalam menjaga kondusuifitas negeri ini,”ucapnya

Film ‘Sayap-sayap Patah’ ini diangkat dari kisah kerusuhan di Mako Brimob 2018 silam. Saat itu para narapidana terorisme melakukan perlawanan dan menahan 5 petugas Densus 88 yang bertugas. Dalam kejadian ini, 5 orang anggota Densus meninggal menjadi korban aksi para napi terorisme. Film ini juga memotret salah satu anggota Densus 88 yang tewas, padahal ia tengah menanti kelahiran anak pertamanya. (Emha/Man)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

News Feed