Kemenhaj Bantu Jemaah Haji Aceh Lunasi Beban Utang Akibat Musibah Banjir

oleh
Kemenhaj Bantu Jemaah Haji Aceh Lunasi Beban Utang Akibat Musibah Banjir

Aceh, Penamadura.com – Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) RI Dahnil Anzar Simanjuntak kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada jemaah haji asal Aceh yang terdampak banjir dan terlilit utang. Bantuan tersebut merupakan bagian dari amanah Presiden Prabowo Subianto agar negara hadir membantu jemaah yang menghadapi kesulitan ekonomi setelah menunaikan ibadah haji.

Bantuan disalurkan melalui kerja sama Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Uni Emirat Arab melalui Zayed Foundation. Pada kesempatan tersebut, Dahnil menyerahkan bantuan kepada empat jemaah asal Kabupaten Pidie Jaya yang baru kembali dari Tanah Suci. Mereka merupakan bagian dari 32 jemaah haji asal Aceh yang menerima bantuan melalui program tersebut.

Sebagian besar penerima bantuan diketahui mengalami kesulitan ekonomi setelah terdampak banjir. Kondisi itu membuat mereka harus berutang untuk melunasi biaya perjalanan ibadah haji maupun memenuhi kebutuhan selama berada di Tanah Suci.

Wamenhaj mengatakan perhatian pemerintah terhadap jemaah asal Aceh berangkat dari semangat masyarakat yang tetap berangkat berhaji meski sedang menghadapi musibah.

Menurut Dahnil, saat Aceh dilanda banjir pemerintah telah memberikan relaksasi pelunasan biaya haji. Namun, masyarakat Aceh justru menjadi salah satu yang paling cepat menyelesaikan pelunasan, sehingga mendapat perhatian khusus dari Presiden.

Karena itu, Presiden mengamanahkan agar bantuan kemanusiaan yang tersedia diprioritaskan bagi jemaah yang benar-benar membutuhkan agar dapat mengurangi beban ekonomi setelah kembali ke Tanah Air.

“Bantuan ini diharapkan dapat membuat para jemaah pulang dengan hati yang tenang tanpa dibayangi beban utang akibat musibah yang mereka alami,” ujar Dahnil.

Program bantuan tersebut disalurkan setelah melalui proses pendataan dan verifikasi penerima manfaat. Selain dari Kabupaten Pidie Jaya, penerima bantuan juga berasal dari Aceh Tamiang, Kota Langsa, dan Kabupaten Aceh Utara.

Kementerian Haji dan Umrah menegaskan, penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk terus mendampingi jemaah, bahkan setelah seluruh rangkaian ibadah haji selesai. Melalui program tersebut, negara diharapkan dapat membantu para jemaah kembali menjalani kehidupan dengan lebih tenang bersama keluarga sekaligus menjaga kemabruran ibadah hajinya.

(M. Hariri, Media Center Haji 2026)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *