Sumenep, Penamadura.com – Rokok Makayasa terus memperluas jaringan pemasarannya. Setelah memperkuat pasar di sejumlah wilayah Jawa Timur, produk rokok di bawah naungan PT Mahaputra Nusantara kini mulai membidik pasar baru hingga luar Pulau Jawa.
Ekspansi terbaru tersebut menyasar kawasan PAWITANDIROGO, yakni Pacitan, Ngawi, Magetan, Madiun, Ponorogo, serta sejumlah wilayah lainnya di Jawa Timur.
Dalam pengembangan pasar tersebut, Kabupaten Madiun diproyeksikan menjadi hub sekaligus pusat komando distribusi untuk menopang pemasaran Rokok Makayasa di kawasan baru.
Tidak berhenti di Jawa Timur, perusahaan juga mulai membuka jaringan pemasaran di Batam dan sejumlah wilayah Kepulauan Riau.
Strategi yang diterapkan dilakukan secara bertahap dengan membangun jaringan penjualan melalui warung dan toko ritel yang menjadi titik awal pemasaran produk.
Hingga saat ini, sekitar 300 warung dan toko ritel telah menjadi bagian dari jaringan awal pasar baru Rokok Makayasa.
Manajemen pun memasang target penjualan awal yang terukur, yakni sebanyak tiga pres rokok untuk setiap warung atau toko ritel selama bulan pertama.
CEO Rokok Makayasa, H. Supriyadi, atau yang akrab disapa H. Adi, mengatakan target tersebut sengaja dibuat realistis agar proses ekspansi dapat berjalan secara sehat.
“Untuk pembukaan pasar baru ini, targetnya tidak muluk-muluk. Cukup tiga pres setiap warung atau toko ritel selama satu bulan pertama,” ujar H. Adi, Rabu (9/9/2026).
Menurutnya, ekspansi pasar bukan semata-mata mengejar angka penjualan dalam waktu singkat. Tahap awal justru menjadi momentum untuk membangun jaringan distribusi dan mengenalkan produk kepada konsumen.
“Jangan sampai target yang terlalu besar justru memberatkan sales atau promotor yang baru dibentuk,” katanya.
H. Adi menjelaskan, perusahaan perlu memberikan ruang bagi sales dan promotor untuk beradaptasi dengan karakter pasar di masing-masing daerah.
Selain memperkenalkan produk, tim pemasaran juga dituntut mampu membaca respons konsumen serta perkembangan permintaan di wilayah baru.
“Dengan target yang terukur, perusahaan berharap sales dan promotor dapat bekerja lebih optimal tanpa tekanan pencapaian penjualan yang berlebihan,” ungkapnya.
Setelah jaringan berjalan, manajemen akan melakukan evaluasi terhadap perkembangan penjualan dan respons pasar.
Hasil evaluasi tersebut nantinya menjadi salah satu dasar untuk menentukan langkah pengembangan jaringan distribusi berikutnya.
“Ekspansi ini sekaligus menjadi bagian dari strategi PT Mahaputra Nusantara memperluas jaringan pemasaran Rokok Makayasa secara bertahap,” tuturnya.
Menurut H. Adi, pertumbuhan jaringan ritel harus diikuti kesiapan distribusi serta kemampuan sales dan promotor di lapangan.
Dengan pola tersebut, pembukaan pasar baru diharapkan tidak hanya menghasilkan peningkatan volume penjualan, tetapi juga membentuk jaringan pemasaran yang kuat dan berkelanjutan.
Ekspansi ke kawasan Madiun dan sekitarnya hingga Batam dan Kepulauan Riau menjadi bagian dari langkah Rokok Makayasa memperluas jangkauan pasar secara bertahap. (Red/Emha)






Tidak ada Respon