20

KNPI Sumenep Desak Pemberantasan Rokok Ilegal Diperluas hingga Desa

Pena Madura
KNPI Sumenep Desak Pemberantasan Rokok Ilegal Diperluas hingga Desa
A-AA+A++

Sumenep, Penamadura.com – Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kabupaten Sumenep mengapresiasi operasi gabungan pemberantasan rokok ilegal yang melibatkan pemerintah daerah, Bea Cukai, kepolisian, TNI, dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Namun, KNPI meminta operasi tersebut tidak hanya menjadi kegiatan sesaat. Penindakan harus dilakukan secara berkelanjutan, masif, dan menjangkau hingga tingkat kecamatan serta desa untuk menekan peredaran rokok ilegal di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.

Ketua DPD KNPI Sumenep, Khairul Umam, mengatakan pengamanan lebih dari 90 ball rokok ilegal oleh petugas pada hari pertama operasi di kawasan Terminal Arya Wiraraja menjadi indikasi bahwa peredaran rokok ilegal perlu mendapat perhatian serius.

“Pertama, kami mengapresiasi langkah operasi gabungan yang telah dilakukan oleh Pemerintah Daerah bersama Bea Cukai, Kepolisian, TNI, dan Satpol PP. Pengamanan lebih dari 90 ball rokok ilegal pada hari pertama menunjukkan bahwa persoalan ini tidak bisa dipandang sebelah mata. Penanganannya harus dilakukan secara serius, terukur, dan berkelanjutan,” ujar Khairul Umam.

Menurutnya, operasi gabungan merupakan langkah penting untuk menekan peredaran rokok ilegal. Meski demikian, keberhasilan pemberantasan tidak cukup hanya diukur dari jumlah barang yang berhasil diamankan selama satu atau dua hari pelaksanaan operasi.

Ia menilai, diperlukan strategi penindakan yang konsisten, pengawasan berlapis, serta pemetaan jalur distribusi agar upaya pemberantasan dapat menjangkau jaringan peredaran yang lebih luas.

Karena itu, KNPI Sumenep mendorong agar operasi serupa dilaksanakan secara rutin dengan memperluas jangkauan pengawasan hingga ke kecamatan dan desa-desa.

Khairul Umam menegaskan, pemberantasan rokok ilegal semestinya tidak hanya menyasar lokasi penjualan, tetapi juga menelusuri rantai distribusi dan pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam peredarannya sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Jangan sampai operasi ini hanya ramai pada saat pelaksanaan, kemudian kembali senyap setelah kegiatan selesai. Kami berharap ada pola pengawasan yang berkelanjutan, dengan jangkauan yang lebih luas hingga tingkat desa,” tegasnya.

Ia juga meminta hasil operasi hari pertama dijadikan bahan evaluasi untuk memperkuat langkah penindakan berikutnya, termasuk mengidentifikasi titik rawan peredaran dan jalur distribusi rokok ilegal.

“Kalau pada hari pertama saja petugas berhasil mengamankan lebih dari 90 ball, ini harus menjadi bahan evaluasi sekaligus dasar untuk memperkuat langkah penindakan berikutnya,” pungkasnya.

KNPI Sumenep berharap sinergi pemerintah daerah, Bea Cukai, aparat keamanan, dan Satpol PP terus diperkuat agar pemberantasan rokok ilegal berjalan efektif dan berkesinambungan hingga ke pelosok desa.