Malang, Penamadura.com – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jawa Timur menggelar pendampingan kurasi event 2027 di Hotel Aria Gajayana, Malang, pada 21–22 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas dan daya saing event daerah agar mampu menembus agenda Karisma Event Nusantara (KEN) 2027.
Mengusung tema *“Penguatan Kualitas, Daya Saing, dan Dampak Event Daerah Menuju Karisma Event Nusantara (KEN) 2027, kegiatan tersebut diikuti perwakilan Disbudpar kabupaten/kota se-Jawa Timur serta komunitas dan pelaku event.
Salah satu peserta yang mengikuti pendampingan tersebut adalah Madura Ethnic Carnival (MEC), yang diwakili Ainul Anwar. Keikutsertaan MEC menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapan penyelenggaraan event berbasis budaya Madura agar semakin kompetitif di tingkat nasional.
Ketua panitia sekaligus Kepala Bidang Pemasaran Disbudpar Jatim, Ali Afandi, mengatakan, Jawa Timur memiliki potensi besar dalam pengembangan event pariwisata. Hal itu terlihat dari banyaknya agenda yang diselenggarakan di berbagai daerah serta capaian sejumlah event yang berhasil masuk dalam KEN.
Pada 2026, sebanyak 11 event dari Jawa Timur tercatat masuk KEN. Dua di antaranya berhasil menembus jajaran 10 besar event nasional, yakni Jember Fashion Carnaval (JFC) dan Festival Reog Ponorogo.
Sementara itu, dalam proses kurasi KEN 2027, terdapat 47 event yang diusulkan dari Jawa Timur. Setelah melalui tahapan seleksi administrasi dan konten, sebanyak 18 event dinyatakan lolos untuk melanjutkan ke tahap berikutnya.
Para pengusul tersebut selanjutnya akan menjalani wawancara sebelum hasil akhir kurasi diumumkan oleh Kementerian Pariwisata.
“Kalau lolos semuanya, Alhamdulillah. Salah satu upaya kami adalah melalui pendampingan kurasi event. Kami berharap Provinsi Jawa Timur menjadi tolok ukur provinsi event,” ujar Ali saat pembukaan kegiatan, Rabu (21/10/2026).
Menurut Ali, pendampingan tersebut penting untuk membantu para pengelola event memahami aspek penilaian kurasi, memperkuat kualitas penyelenggaraan, serta meningkatkan dampak kegiatan terhadap sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat.
Ia juga mengungkapkan, hingga Oktober 2026, terdapat sekitar 1.400 event yang diselenggarakan di Jawa Timur. Bahkan, selama empat tahun berturut-turut, provinsi ini menjadi penyumbang event terbanyak dalam agenda KEN.
Dari sisi ekonomi, penyelenggaraan berbagai event turut memberikan kontribusi terhadap pergerakan ekonomi daerah.
“Sampai September ada sekitar Rp103 miliar dampak event secara ekonomi di Jawa Timur. Semoga terus meningkat,” harapnya.
Perwakilan Madura Ethnic Carnival (MEC), Ainul Anwar, mengapresiasi Disbudpar Jatim yang memberikan kesempatan kepada komunitas dan pelaku event untuk meningkatkan kapasitas melalui pendampingan kurasi.
Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan wawasan dan pemahaman penting bagi penyelenggara dalam mempersiapkan materi serta memenuhi aspek penilaian yang dibutuhkan dalam proses kurasi nasional.
“Acara ini sangat bermanfaat sekali dalam menyiapkan materi untuk mengikuti tahapan kurasi yang akan dilaksanakan oleh Kementerian Pariwisata untuk menyaring event daerah yang layak masuk agenda KEN 2027,” tutur Anwar.
Bagi MEC, pendampingan tersebut menjadi kesempatan untuk memperkuat kesiapan dalam mengikuti proses seleksi, sekaligus meningkatkan kualitas event yang mengangkat kekayaan budaya Madura.
Madura Ethnic Carnival merupakan salah satu event yang mengusung potensi seni, tradisi, dan identitas budaya Madura melalui pergelaran kostum etnik serta kreativitas para pelaku seni.
Melalui persiapan yang lebih matang, MEC diharapkan mampu memperkuat daya tarik budaya Madura sebagai bagian dari pengembangan pariwisata berbasis budaya di Jawa Timur.
Masuknya event daerah dalam agenda KEN tidak hanya menjadi bentuk pengakuan terhadap kualitas penyelenggaraan, tetapi juga membuka peluang promosi yang lebih luas, meningkatkan kunjungan wisatawan, serta mendorong pergerakan ekonomi kreatif masyarakat.
Karena itu, pendampingan kurasi menjadi momentum penting bagi para pengelola event untuk memperkuat konsep, manajemen, promosi, dan dampak ekonomi agar mampu bersaing dalam kurasi KEN 2027.






Tidak ada Respon