Edaran Bupati, Warga Keluar Masuk Sumenep Harus Menunjukkan Surat Hasil Test Rapid

oleh
banner 468x60

Pena Madura, Sumenep 01 Juni 2020 – Bupati Sumenep, Madura, Jawa Timur, kembali mengeluarkan surat edaran (SE) Dalam rangka pengetatan pengendalian penyeberan Covid-19. SE tersebut perihal persyaratan perjalanan dengan keterangan medis bagi warga yang hendak keluar masuk Sumenep.

SE tersebut tertanggal 30 Mei 2020 di tandatangani Bupati Sumenep, KH. A. Bsuro Karim, menindaklanjuti SE Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nomor 5 Tahun 2020, tanggal 25 Mei 2020 tentang Perubahan Atas SE Nomor 4 tentang kriteria pembatasan perjalanan orang dalam rangka percepatan penanganan Covid-19.

banner 336x280

Surat ditujukan kepada Kepala Badan, Dinas, Kantor, Bagian, Camat, Kepala Puskesmas, Kepala Desa/Kelurahan, Pimpinan Pondok Pesantren, dan para Rektor Perguruan Tinggi se Kabupaten Sumenep.

Selain itu juga memperhatikan sebaran Covid-19 di Kabupaten Sumenep yang telah masuk zona merah, dengan kasus konfirmasi positif Covid-19 telah mencapai 12 orang.

Adapun isi dari surat tersebut adalah “Di samping itu guna menyongsong New Normal, suatu tatanan kehidupan baru dalam mengatasi risiko pandemi Covid-19 di Kabupaten Sumenep, maka diharapkan kepada saudara untuk menyosialisasikan kepada masyarakat, bahwa bagi orang yang melakukan perjalanan mulai tanggal 1 Juni 2020 untuk memperhatikan beberapa hal.”

isi surat tersebut di antaranya adalah, setiap orang yang melakukan perjalanan keluar dari Kabupaten Sumenep wajib membawa surat keterangan terbaru hasil uji rapid test Covid-19 dengan hasil reaktif, atau surat keterangan uji RT-PCR dengan hasil negatif dan surat keterangan sehat bebas gejala seperti influensa dari dokter rumah sakit atau Puskesmas.

Kemudian setiap orang yang bekerja di Sumenep, namun bertempat tinggal di luar daerah wajib menunjukkan kepada petugas berupa surat keterangan terbaru telah melakukan rapid test Covid-19 dengan hasil non reaktif atau surat keterangan uji RT-PCR dengan hasil negatif dan surat keterangan sehat bebas gejala seperti influensa dari dokter rumah sakit atau Puskesmas.

pada Poin terakhir dikatakan, setiap orang yang melakukan perjalanan dari luar, memasuki Sumenep, untuk kunjungan atau bertempat tinggal baik sebagai siswa, mahasiswa, atau santri di pondok pesantren juga wajib memunjukkan surat keterangan terbaru uji rapid test Covid-19 dengan hasil reaktif, atau surat keterangan uji RT-PCR dengan hasil negatif dan surat keterangan sehat bebas gejala seperti influensa dari dokter rumah sakit atau Puskesmas.

Sekretaris Daerah (Sekda) Sumenep, Edi Rasiyadi, ketika di konfirmasi membenarkan adanya SE Bupati Sumenep tersebut pada intinya adalah meneruskan Edaran dari Pemerintah pusat tentang pencegahan penyebaran Covid-19, diantaranya dengan mengharuskan warga yang hendak keluar masuk Kabupaten Sumenep memiliki surat keterangan hasil rapid test dari puskesmas atau rumah sakit.

“Edaran tersebut sebenarnya meneruskan Edaran pemerintah pusat dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19,” kata Sekda Sumenep, Edy Rasyadi, Senin 01 Juni 2020.

Sedangkan untuk pelaksanaan rapid test tersebut warga diharapkan bisa melakukan secara mandiri dan pemerintah masih akan mengkaji sejumlah usulan masyarakat agar pembiayaan rapid test di tanggung oleh Pemerintah.(Man/Emha)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *