Proses Tanazul Terus Berjalan, Tim Kesehatan Kawal Pemulangan Jemaah Haji yang Sembuh

oleh
Proses Tanazul Terus Berjalan, Tim Kesehatan Kawal Pemulangan Jemaah Haji yang Sembuh

Madinah, Penamadura.com – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memastikan pelayanan kesehatan bagi jemaah haji Indonesia yang masih menjalani perawatan di Arab Saudi tetap menjadi prioritas hingga seluruh proses pemulangan selesai.

Hingga kini, tercatat sebanyak 133 jemaah masih dirawat di sejumlah rumah sakit yang berada di Jeddah, Makkah, dan Madinah. Seluruh pasien terus dipantau oleh tim kesehatan untuk memastikan kondisi mereka terus membaik sebelum dipulangkan ke Indonesia.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Kesehatan Haji, dr. Dani, mengatakan jemaah yang telah dinyatakan pulih akan dipulangkan melalui skema tanazul, yakni bergabung dengan kelompok terbang lain yang masih memiliki kursi kosong.

“Setelah kondisi pasien dinyatakan stabil dan diizinkan keluar dari rumah sakit, mereka akan segera diproses untuk dipulangkan melalui mekanisme tanazul,” ujarnya di Madinah.

Menurut dr. Dani, hingga saat ini sebanyak 171 jemaah telah berhasil kembali ke Tanah Air melalui skema tersebut. Langkah ini menjadi solusi agar jemaah yang sempat menjalani perawatan tidak perlu menunggu jadwal kloter asal apabila kondisinya sudah memungkinkan untuk terbang.

Ia menegaskan, setiap pasien harus melalui pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh oleh tim visitasi. Hasil pemeriksaan kemudian dikonsultasikan dengan dokter maskapai untuk menentukan kelayakan terbang.

“Keselamatan jemaah menjadi prioritas utama. Jika dokter maskapai sudah memberikan persetujuan, barulah proses kepulangan dilaksanakan,” katanya.

Kemenhaj juga menyiapkan pendampingan medis selama perjalanan udara. Setibanya di Indonesia, penanganan akan dilanjutkan oleh petugas kesehatan di bandara hingga jemaah kembali ke daerah asal masing-masing.

Selain itu, komunikasi dengan keluarga jemaah di Tanah Air terus dilakukan. Perkembangan kondisi pasien disampaikan secara berkala agar keluarga memperoleh informasi yang akurat mengenai proses perawatan dan rencana kepulangan.

(M. Hariri, Media Center Haji 2026)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *