Bupati Sumenep, Achmad Fauzi dan Sandal Jepit

oleh
Bupati Sumenep, Achmad Fauzi dengan Sandal Jepitnya saat hadir ke beberapa kegiatan
banner 468x60

Pena Madura, Sumenep, 22 Maret 2021 – Bupati Sumenep, Madura, Jawa Timur, Achmad Fauzi selama ini akrab dengan sandal jepit. Dalam berbagai kesempatan acara di luar kedinasan, ia tampak selalu berpakaian sederhana. Salah satunya selalu mengenakan sandal jepit.

Ia kembali terlihat memakai sandal jepit saat menghadiri Peringatan Harlah NU ke-98 di Kecamatan Lenteng bersama Wakil Bupati Sumenep Hj. Dewi Khalifah, Minggu (21/03/2021).

banner 336x280

Dalam kesempatan itu, orang nomor satu di lingkungan Pemkab Sumenep itu tampak mengenakan sarung dengan atasan baju koko putih, kopiah hitam dan sandal jepit.

Tak hanya itu, dalam kesehariannya ia juga seringkali menggunakan sandal jepit yang harganya tak lebih dari 15 ribu rupiah. Baik saat menyapa warga juga saat dikediamannya.

Saat dikonfirmasi mengenai alasan dirinya yang selalu berpakaian sederhana saat menghadiri acara-acara non formal, Fauzi mengaku tidak punya alasan khusus. Menurut dia, dirinya selalu berpakaian sederhana, termasuk memakai sandal jepit, karena merasa nyaman.

“Kenapa sendal jepit? Ya karena nyaman saja dipakai. Makanya dalam setiap kesempatan saya tidak gengsi menggunakan sendal jepit. Tapi kenapa tanya soal sendal? Ada-ada saja teman-teman wartawan ini,” jawab Fauzi.

Menurut suami Nia Kurnia ini, walau sandal jepit terkesan remeh temeh, jika mengkaji filosofi sandal jepit sendiri, bakal jadi objek pembelajaran yang cukup berharga.

Terutama, lanjut Fauzi, untuk senantiasa hidup dalam kesederhanaan dan menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesama. “Hal ini menunjukkan, kita dianjurkan untuk selalu belajar dari keadaan sekitar, ini bukan sekedar cerita sendal jepit, tapi selain nyaman dipakai, pasti bisa ditarik maknanya,” tuturnya.

Hal paling mudah, misalnya bagaimana sandal jepit ini dapat mengajarkan hidup dengan kesederhanaan dan rendah hati. Harta yang dimiliki, pangkat dan jabatan tidak boleh membuat manusia jumawa atau menyombongkan diri.

“Justru jika belajar dari sandal malah sebaliknya, walaupun mahal dan bagus kita harus tetap berada di bawah. Bahkan rela diinjak demi manfaat yang lebih besar,” imbuhnya.

Harga sandal jepit mungkin belum seberapa. Namun jika tempatnya berpindah, maka pemiliknya pasti berusaha mencarinya. Bahkan tidak peduli harganya murah, pemilik sandal tidak akan pernah rela kehilangan sandal.

“Banyak hal yang bisa kita pelajari dari sandal jepit ini. Tapi di luar itu semua, yang terpenting bagi saya, saya merasa nyaman ke manapun dan di manapun dengan sandal jepit ini,” tandasnya. (Emha/Man).

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *