Antisipasi Penyebaran Covid Meningkat, Bupati Sumenep Pastikan Kembalian Santri ke Pondok Diundur

oleh
Bupati Sumenep, A. Busyro Karim saat memberikan keterangan pers di Media Center Covid-19
banner 468x60

Pena Madura, Sumenep, 27 Mei 2020 – Pamerintah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, nampaknya tidak akan mengambil resiko dengan mengizinkan kembalinya para santri ke pondok pesantren dalam waktu dekat, hak itu bisa sangat berpotensi terhadap penyebaran Covid-19.

Oleh karena itu, Bupati Sumenep, A. Busyro Karim menegaskan jika kembalian santri kepondok diundur hingga waktu yang belum ditentukan. Pernyataan itu disampaikan bupati saat melakukan konferensi pers di Media Center Covid-19, Rabu (27/5/2020).

banner 336x280

Bupati yang merupakan Ketua Gugus Tugas Pencegahan dan Penangnan Covid-19 Kabupaten Sumenep itu menjelaskan jika semua pengasuh pondok pesantren seperti Annuqayah Guluk-Guluk dan Al-Amien Prenduan sudah melakukan koordinasi dengan pihaknya.

“Kami pastikan kembalinya santri ke pondok diundur. Pengasuh pondok-pondok pesantren besar di Sumenep telah berkoordinasi dengan kami,” katanya, Rabu (27/5/2020)

Menurut Bupati, pihaknya tidak ingin mengambil resiko dengan kembalinya santri ke pondok, karena hingga kini potensi penyebaran Virus Corona di Sumenep masih tinggi.

“Kami memastikan bukan pondok pesantren besar saja, tapi yang kecil-kecil juga sama. Ini sebagai langkah antisipasi agar penyebaran Corona di Sumenep bisa ditekan,” tambahnya.

Meski diundur, Bupati yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Alkarimiyah, Braji, Gapura itu belum memastikan kapan waktu kembalian bagi santri di Sumenep.

Sebelumnya, perhari ini Rabu (27/5/2020), kasus positif Covid-19 di Kabupaten Sumenep bertambah lagi empat orang. Dengan demikian total keseluruhan pasien Corona di Sumenep mencapai 11 orang.

Empat pasien corona yang baru tersebut, tiga orang berdomisili di Kecamatan Kota, dan satu lainnya di Kecamatan Talango. Mereka, dua orang klaster pegawai BRI, satu orang keluarga asien PDP meninggal fan satu orang lagi yakni klaster pemudik dari Jakarta. (Emha/Man).

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *