Madinah, Penamadura.com – Menjelang berakhirnya operasional penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M, seluruh petugas haji di Madinah diminta tetap menjaga disiplin dan tidak mengendurkan pelayanan kepada jemaah. Meski masa tugas hanya menyisakan beberapa hari, kewaspadaan dinilai harus terus ditingkatkan hingga kepulangan kloter terakhir.
Kepala Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah, dr Enny Nuryanti, mengatakan fase akhir operasional justru menjadi masa yang rawan karena kelelahan dapat memengaruhi konsentrasi petugas. Karena itu, ia mengingatkan seluruh personel agar tetap menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.
Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan haji tidak hanya ditentukan saat puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina, tetapi juga saat proses pemulangan jemaah ke Tanah Air berlangsung aman dan lancar.
Dr Enny meminta tenaga kesehatan meningkatkan pemantauan terhadap jemaah lanjut usia, penyandang penyakit penyerta, dan kelompok berisiko tinggi. Setiap perubahan kondisi kesehatan harus segera ditangani agar tidak berkembang menjadi keadaan darurat.
Ia juga mengajak petugas non-kesehatan untuk lebih aktif membantu mengawasi kondisi jemaah di hotel maupun saat proses keberangkatan menuju bandara. Kolaborasi seluruh unsur petugas dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas layanan hingga operasional selesai.
Selain itu, perhatian khusus diberikan kepada jemaah tanazul yang kemungkinan belum dapat pulang sesuai jadwal karena masih menjalani perawatan. Pendampingan dan dukungan moral kepada mereka diharapkan tetap diberikan agar jemaah merasa tenang selama menunggu proses kepulangan.
Menutup arahannya, dr Enny mengajak seluruh petugas menjaga kekompakan, menyelesaikan setiap persoalan secara profesional, serta tetap menjaga kesehatan dan semangat dalam memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah hingga akhir masa operasional haji.
(M. Hariri, Media Center Haji 2026)
