oleh

Menjelang Natal dan Tahun Baru Bumbu Dapur Mulai Merangkak Naik di Sumenep

Pena Madura, Sumenep 01 Desember 2021 – Menjelang Natal dan Tahun Baru, harga sejumlah kebutuhan sehari-hari mulai merangkak naik di pasar tradisional di ujung timur Pulau Madura jawa timur. Seperti lombok besar dan cabe rawet yang naik hingga dua kali lipat, kondisi tersebut dikeluhkan konsumen.

Sejumlah kebutuhan sehari-hari yang mulai merangkak naik menjelang natal dan tahun baru adalah bumbu dapur seperti cabe rawet yang sudah mencapai 40.000/kg, padahal biasanya normal 15.000/kg, lombok besar biasanya normal 18.000/ kg, sekarang menjadi 34.000/kg.

Kenaikan tersebut banyak dikeluhkan para konsumen khususnya ibu-ibu, sebab saat ini kondisi ekonomi masyarakat masih belum stabil akibat pandemi, sehingga ibu-ibu meminta Pemerintah segera turun tangan mencari solusi supaya kenaikan sejumlah kebutuhan pokok sehari-hari seperti di Pasar Anom Baru Sumenep tidak sampai melambung dan memberatkan konsumen.

“sekarang memang banyak kebutuhan bumbu dapur ini mulai naik seperti lombok besar, tomat dan beberapa kebutuhan lainnya, tolong pemerintah ini diperhatikan kasian masyarakat kecil,” kata Yanti, Konsumen, Rabu (01/12/2021).

Sejumlah pedagang juga mengaku kenaikan harga bumbu dapur sudah menjadi rutinitas setiap tahun terutama saat menjelang natal dan tahun baru, dan juga saat ini berbarengn dengan curah hujan cukup tinggi yang membuat para petani banyak gagal panen, sehingga stoknya mulai berkurang khususnya seperti lombok besar, cabe rawet, dan tomat yang mengalami kenaikan cukup fantastik.

“ya ini sudah biasa menjelang natal dan tahun baru bahan-bahan pasti naik, karena stoknya juga kurang sekarang kan musim hujan,” kata Hudri, salah satu pedagang.

Sementara bawang merah masih normal yaitu RP. 18.000/kg, bawang putih Rp. 22.000/kg, Tomat biasanya hanya Rp. 3000/kg sekarang naik Rp. 7000/ kg.(Man/Emha)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

News Feed