Sumenep, Penamadura.com – Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengajak masyarakat menjadikan momentum Hari Santri 2026 sebagai pengingat atas perjuangan dan pengorbanan para kiai serta santri dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
Menurut Fauzi, keberanian, perjuangan, dan pengorbanan merupakan nilai penting yang harus terus diwariskan kepada generasi penerus, terutama dalam menjaga persatuan dan membangun bangsa.
Pesan tersebut disampaikan saat menghadiri Kick Off Peringatan Hari Santri 2026 yang digelar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep di Aula Al-Ikhlas Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sumenep, Kamis (1/10/2026).
Fauzi mengatakan, cita-cita besar tidak mungkin terwujud tanpa keberanian untuk memulai, ketekunan dalam berjuang, serta kesediaan untuk berkorban.
“Apapun yang kita harapkan dalam sebuah cita-cita, butuh keberanian, perjuangan dan pengorbanan. Itu yang diajarkan pada pendahulu kita. Apapun yang terjadi, semua harus memiliki semangat kebersamaan,” ungkapnya.
Ia menegaskan, peringatan Hari Santri bukan hanya agenda tahunan, melainkan kesempatan untuk menghargai jasa para ulama, kiai, dan santri yang telah berkontribusi dalam sejarah perjuangan bangsa.
Semangat tersebut, lanjutnya, perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk melalui kebersamaan dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan Kabupaten Sumenep.
“Hari Santri sangat penting, untuk memperingati dan menghargai para syuhada dan kiai-kiai kita dalam memperjuangkan kemerdekaan. Merelakan jiwa raga untuk terus bersama-sama agar NKRI tetap menjadi satu,” jelasnya.
Bupati juga mengapresiasi PCNU Sumenep yang menginisiasi rangkaian kegiatan Hari Santri selama Oktober 2026. Ia menilai, berbagai agenda yang telah disusun merupakan bentuk pengabdian sekaligus upaya memperkuat kebersamaan.
Meski pelaksanaan kegiatan dihadapkan pada keterbatasan anggaran, Fauzi berharap kondisi tersebut tidak mengurangi semangat panitia dalam menyukseskan seluruh rangkaian acara.
Sementara itu, Ketua PCNU Sumenep KH Md. Widadi Rahim mengajak seluruh elemen, mulai dari pesantren, organisasi Nahdlatul Ulama, pemerintah, hingga masyarakat, untuk memperkuat sinergi dalam memberikan manfaat bagi daerah.
Menurutnya, Sumenep memiliki potensi besar melalui keberadaan pesantren dan tradisi keilmuan yang telah mengakar kuat di tengah masyarakat.
“Kabupaten Sumenep merupakan salah satu kabupaten yang memiliki kekayaan pesantren luar biasa. Memiliki tradisi keilmuan, dalam momentum ini marilah kita harus tampakkan kekompakan kita, antara pesantren, NU, pemerintah dan lain-lain untuk kepentingan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.
KH Widadi juga mengingatkan pentingnya membangun generasi santri yang tidak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga memiliki akhlak, kemandirian, serta kemampuan menghadapi perkembangan zaman.
“Dari Sumenep mari kita kobarkan semangat, santri mengaji, santri mengabdi, santri berilmu, berakhlak, mandiri, dan siap menghadapi masa depan,” tegasnya.
Peringatan Hari Santri 2026 PCNU Sumenep mengusung tema “Santri Berdaya, Pesantren Maju, Indonesia Jaya”. Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Sumenep, Kemenag, Kementerian Haji dan Umrah, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.
Berbagai agenda telah disiapkan untuk menyemarakkan peringatan tersebut. Di antaranya Santri Bershalawat pada 6 Oktober di depan Labang Mesem, Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) pada 17 Oktober, serta Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) dan Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ) pada 18 Oktober.
Selain itu, panitia juga menggelar lomba film pendek santri, lomba cerpen, paduan suara, dan stand up comedy santri.
Pada 22 Oktober, kegiatan akan diisi dengan Apel Hari Santri di Halaman Kantor Bupati Sumenep dan Pameran Ekspo Kemandirian Pesantren serta UMKM NU yang berlangsung hingga 24 Oktober di depan Labang Mesem.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan kirab atau pawai Hari Santri pada 24 Oktober di kawasan Kota Sumenep. Malam harinya, peringatan ditutup dengan istighatsah dan resepsi Hari Santri 2026 yang menghadirkan Ning Inayah Wahid. (Red/Emha)






