13

Hosnan Abrory Minta Jalan Sapudi-Raas Dibangun Bertahap hingga Tuntas 2028

Pena Madura
Hosnan Abrory Minta Jalan Sapudi-Raas Dibangun Bertahap hingga Tuntas 2028
A-AA+A++

Sumenep, Penamadura.com – Pembangunan infrastruktur jalan di wilayah kepulauan Kabupaten Sumenep mendapat perhatian dari Anggota DPRD Sumenep asal Daerah Pemilihan (Dapil) VII, Hosnan Abrory.

Wakil rakyat dari wilayah kepulauan tersebut mendorong pemerintah daerah agar pembangunan jalan di Pulau Sapudi dan Pulau Raas dilakukan secara lebih maksimal dan berkelanjutan.

Hosnan menilai, ketersediaan jalan yang layak menjadi salah satu kebutuhan penting masyarakat kepulauan. Infrastruktur jalan tidak hanya berkaitan dengan mobilitas warga, tetapi juga mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, kesehatan hingga kegiatan sosial.

Karena itu, menurut dia, pemerintah daerah perlu menyiapkan sarana dan prasarana pendukung agar pembangunan infrastruktur di kepulauan dapat berjalan lebih efektif.

“Kami akan terus berusaha agar mulai 2027 AMP bisa berdiri di Pulau Sapudi. Dengan begitu, pembangunan jalan di Sapudi bisa menggunakan hotmix dan kualitas jalannya nantinya bisa sama seperti jalan di daratan,” kata Hosnan, Selasa (29/9/2026).

Hosnan menjelaskan, keberadaan Asphalt Mixing Plant (AMP) di Pulau Sapudi diharapkan dapat menjadi salah satu solusi terhadap kendala distribusi material aspal dari wilayah daratan.

Dengan adanya AMP di kepulauan, proses pembangunan maupun pemeliharaan jalan di Sapudi diharapkan lebih mudah dilakukan. Pemerintah juga tidak terlalu bergantung pada pengiriman material dari daratan yang membutuhkan proses distribusi lebih panjang.

“Dengan adanya AMP, pembangunan jalan di Sapudi diharapkan bisa lebih maksimal,” ujarnya.

Sementara untuk Pulau Raas, Hosnan mengusulkan penggunaan konstruksi beton atau jalan cor sebagai salah satu alternatif pembangunan infrastruktur jalan.

Menurut Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumenep tersebut, konstruksi jalan perlu disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan wilayah.

“Untuk di Raas, kami dorong agar pakai jalan cor. Untuk itu, Dinas Pekerjaan Umum (PU) perlu memiliki truk mixer beton sendiri,” paparnya.

Ia menilai, ketersediaan peralatan milik pemerintah daerah dapat membantu mempercepat pekerjaan infrastruktur di wilayah kepulauan.

Selain itu, pemerintah daerah memiliki dukungan sarana sendiri ketika pelaksanaan pembangunan jalan dilakukan, sehingga pekerjaan tidak sepenuhnya bergantung pada peralatan dari pihak lain.

Hosnan berharap tahun 2027 menjadi momentum untuk meningkatkan pembangunan infrastruktur jalan di Pulau Sapudi dan Raas.

“Saya berharap mulai tahun 2027, Raas dan Pulau Sapudi sudah mulai dibangun,” harapnya.

Ia juga berharap pembangunan dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan, sehingga tidak hanya menyasar satu atau dua ruas jalan.

Menurutnya, kebutuhan infrastruktur dasar masyarakat di wilayah kepulauan masih perlu mendapat perhatian secara menyeluruh.

Pembangunan jalan yang memadai, kata Hosnan, akan memberikan dampak terhadap berbagai aktivitas masyarakat. Akses transportasi yang lebih baik dapat mendukung pergerakan warga sekaligus memperlancar kegiatan ekonomi, pendidikan dan pelayanan kesehatan.

Selain target pembangunan pada 2027, Hosnan juga meminta pemerintah daerah mulai menyiapkan perencanaan anggaran untuk tahun 2028.

Hal itu dinilai penting agar pembangunan jalan di Pulau Sapudi dan Raas dapat dilanjutkan dengan cakupan yang lebih luas.

“Untuk 2028, saya berharap pekerjaan infrastruktur jalan di Pulau Raas dan Pulau Sapudi sudah tuntas,” pungkasnya. (Red/Emha)