Penamadura.com, Sumenep, 11 April 2026 – Kematian, jodoh, dan rezeki adalah rahasia Allah SWT. Duka mendalam menyelimuti keluarga almarhum Safiya (58), warga Dusun Balendur, Desa Ketupat, Kecamatan Ra’as, yang meninggal dunia saat menjalani perawatan medis di salah satu rumah sakit di Sumenep.
Warga asal Pulau Ra’as tersebut menghembuskan napas terakhir setelah berjuang melawan penyakit yang dideritanya. Upaya berobat ke daratan menjadi pilihan karena keterbatasan fasilitas kesehatan di wilayah kepulauan.
Di tengah duka yang dirasakan keluarga, Baznas Kabupaten Sumenep menunjukkan kepeduliannya dengan bergerak cepat memberikan bantuan biaya perahu untuk pemulangan jenazah ke kampung halaman.
Ketua Baznas Sumenep, Ahmad Rahman, mengatakan bahwa pihaknya hadir untuk memastikan masyarakat yang mengalami musibah, khususnya dari wilayah kepulauan, tetap mendapatkan perhatian dan bantuan dari Penerintah.
“Kami hadir untuk memastikan masyarakat yang mengalami musibah, terlebih dari wilayah kepulauan seperti Pulau Ra’as, tetap mendapat perhatian dan bantuan pemerintah,” ujarnya, Sabtu (11/04/2026).
Ia menjelaskan, pemulangan jenazah ke wilayah kepulauan tidak bisa sepenuhnya mengandalkan kapal laut reguler, melainkan harus menggunakan perahu khusus, sehingga membutuhkan biaya tambahan yang tidak sedikit.
Pihak keluarga almarhum berkeinginan agar jenazah Safiya dipulangkan ke kampung halamannya di Pulau Ra’as. Kondisi tersebut tentu menambah beban keluarga, mengingat selain biaya perawatan selama di rumah sakit, juga harus menanggung biaya transportasi pemulangan jenazah.
“Baznas ingin meringankan beban keluarga dengan memberikan bantuan biaya perahu pemulangan jenazah,” tambah Rahman.
Diketahui, perjalanan menuju Pulau Ra’as memang dapat ditempuh menggunakan kapal laut. Namun, untuk pemulangan jenazah tetap harus menggunakan perahu tersendiri, sehingga membutuhkan biaya yang relatif lebih besar.
Baznas Sumenep menegaskan komitmennya untuk terus hadir membantu masyarakat, khususnya warga kepulauan, dalam berbagai kondisi darurat dan kebutuhan kemanusiaan lainnya.(Man/Emha)






