3

Perkuat SDM Anggota, Ketua TP PKK Nia Kurnia Fauzi Datangkan Dua Ulama

Pena Madura
K. Khodri memberikan tausiah dalam acara silaturahmi tp pkk se kabupaten sumenep, rabu (04/11/2026)
A-AA+A++

Sumenep, Penamadura.com – Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Sumenep, Nia Kurnia Fauzi, terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) pengurus dan kader PKK melalui penguatan ilmu pengetahuan, wawasan keagamaan, serta pembinaan spiritual. Salah satu upayanya dilakukan dengan menghadirkan dua ulama kharismatik dalam kegiatan silaturahmi TP PKK se-Kabupaten Sumenep.

 

Dua tokoh yang dihadirkan tersebut adalah Prof. Dr. H. Saiful Jazil, M.Ag., Guru Besar Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, serta K. Khodri, pengasuh Pondok Pesantren Sabilul Muttaqin, Daramista, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep.

 

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Graha Wicaksana Abdi Negara (Korpri) Sumenep, Rabu (4/11/2026), menjadi momentum bagi Nia untuk mengajak seluruh kader PKK agar tidak hanya aktif dalam kegiatan organisasi, tetapi juga terus meningkatkan kapasitas diri melalui kegiatan belajar, memperluas wawasan, dan memperdalam pengetahuan agama.

 

Menurut Nia, penguatan SDM merupakan bagian penting dalam membangun kelembagaan PKK yang berkualitas. Di tengah perkembangan zaman dan derasnya arus informasi, para kader dituntut memiliki pengetahuan yang luas, kemampuan beradaptasi, serta fondasi keagamaan yang kuat agar tidak mudah terlena oleh pengaruh negatif kehidupan modern.

 

Ia menilai, menambah ilmu pengetahuan tidak cukup hanya dilakukan secara mandiri melalui berbagai media, tetapi juga perlu dibarengi dengan pertemuan langsung bersama para ulama, akademisi, dan orang-orang berilmu untuk mendapatkan pemahaman serta nasihat yang bermanfaat.

 

Sejumlah pejabat dan unsur terkait turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemkab Sumenep serta seluruh pengurus TP PKK Kecamatan se-Kabupaten Sumenep.

 

Dalam sambutannya, Nia juga mengingatkan pentingnya menjaga ukhuwah dan mempererat silaturahmi sebagai kekuatan utama dalam membangun organisasi. Menurutnya, kebersamaan harus tetap terjaga meskipun terdapat perbedaan pandangan maupun kesibukan dalam menjalankan program kerja.

 

“Melalui silaturahmi ini, saya ingin mengajak seluruh keluarga besar TP PKK untuk menjadikan ukhuwah sebagai kekuatan utama dalam bekerja. Jangan sampai perbedaan pendapat menjadi penghalang kebersamaan. Jangan sampai kesibukan organisasi mengurangi kehangatan persaudaraan. Dan jangan sampai program yang kita jalankan kehilangan makna karena tidak dilandasi ketulusan hati,” kata Nia Kurnia Fauzi.

 

Ia menegaskan, setiap kader PKK harus menjalankan tugas dengan hati yang bersih, niat tulus, semangat persaudaraan, serta kesadaran bahwa keberhasilan organisasi merupakan hasil kerja kolektif seluruh anggota.

 

“Kita ingin setiap langkah kader PKK dilandasi hati yang bersih, niat yang tulus, semangat persaudaraan, serta kesadaran bahwa keberhasilan organisasi bukan ditentukan oleh satu orang, melainkan oleh kekuatan kebersamaan seluruh kader,” terangnya.

 

Menurut Nia, PKK merupakan gerakan pemberdayaan keluarga yang memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat. Keluarga menjadi lingkungan pertama dalam menanamkan nilai-nilai karakter, membangun ketahanan, menumbuhkan kepedulian, sekaligus mempersiapkan generasi masa depan.

 

Karena itu, peningkatan kualitas kader harus menjadi perhatian bersama. Kader PKK tidak hanya dituntut mampu menjalankan program organisasi, tetapi juga harus memiliki wawasan, keteladanan, dan kematangan spiritual agar dapat memberikan pengaruh positif bagi keluarga serta lingkungan sekitarnya.

 

Nia berharap para kader mampu menjadi pribadi inspiratif, memberikan keteladanan dalam kehidupan sehari-hari, serta hadir sebagai penggerak perubahan di lingkungan masing-masing.

 

Untuk mewujudkan hal tersebut, ia mengajak seluruh kader terus menghidupkan semangat 10 Program Pokok PKK, mulai dari penguatan ketahanan keluarga, pendidikan, kesehatan, peningkatan ekonomi keluarga, hingga kepedulian terhadap lingkungan dan kehidupan sosial masyarakat.

 

Pelaksanaan seluruh program tersebut membutuhkan SDM yang berkualitas, kerja sama, koordinasi yang baik, komunikasi terbuka, serta hubungan harmonis antara TP PKK Kabupaten, Kecamatan, Desa, dan Kelurahan.

 

Melalui kehadiran dua ulama tersebut, kegiatan silaturahmi tidak hanya menjadi ajang konsolidasi organisasi, tetapi juga sarana pembinaan rohani untuk memperkuat keimanan, menanamkan nilai-nilai kebaikan, dan meningkatkan kesadaran kader akan pentingnya ilmu dalam kehidupan sehari-hari.

 

Melalui semangat ukhuwah, keilmuan, dan silaturahmi yang terus terjaga, Nia berharap seluruh kader PKK semakin solid, berwawasan luas, memiliki fondasi keagamaan yang kuat, serta mampu meningkatkan kontribusi nyata dalam pemberdayaan keluarga dan pembangunan masyarakat.

 

Dengan demikian, penguatan SDM menjadi salah satu fondasi penting dalam mewujudkan PKK yang tidak hanya aktif secara kelembagaan, tetapi juga berkualitas dalam pemikiran, kuat dalam spiritualitas, dan nyata dalam memberikan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Sumenep.(Man/Red)