Perahu Nelayan Dihempas Badai, 5 Korban Mengapung Dua Malam

oleh
Salah satu korban kapal Nelayan Tenggelam saat baru dievakuasi kondisinya lemas

Penamadura.com, Sumenep 11 Maret 2024 – Lima nelayan asal Sumenep ditemukan terdampar di perairan Jukong-Jukong pulau Kangean, para korban mengapung di laut selama tiga hari dua malam bertahan menggunakan gabus yang dirakit dan masing-masing korban diikat dengan tali.

Kelima korban berhasil selamat dari maut dengan berbekal gabus penanda jaring yang diikat kemudian agar tidak lepas masing-masing di ikat menggunakan tali, kemudian mereka berusaha berenang terombang ambing dan akhirnya bertemu dengan dua nelayan Abd Rahim dan Yanto da meminta tolong.

“para nelayan tersebut meminta tolong dengan melambaikan tangannya kepada nelayan dari desa jukong jukong meminta tolong” kata Kapolsek Kangayan, Ipda Aris, Senin (11/03/2024).

Setelah bertemu dengan dua nelayan Jukong-Jukong bernama Abd Rahim dan Yanto, para korban langsung dibawa ke darat untuk memberikan pertolongan kepada para korban yang sudah tiga hari dua malam mengapung di laut tanpa tujuan.

“selanjutnya di tolong dan di evakuasi kerumahnya di desa jukong-jukong Kangayan dengan keadaan selamat” kata Kapolsek.

Setelah di evakuasi para nelayan asal Kecamatan Ambunten Sumenep tersebut didata masing-masing bernama: H sini (Juragan Perahu), H Aminullah (Abk), Imam Sanusi (Abk), Sakdi (Abk), dan Saniman (Abk).

Semua korban ditemukan dalam kondisi selamat, hanya satu orang kondisinya lemas sehingga langsung dirawat di Puskesmas Pembantu Desa Jukong-Jukong Kecamatan Kangayan.

Berdasarkan keterangan dari para korban, mereka berangkat dari pelabuhan Ambunten Tengah Kamis (7/3) sekitar pukul 13.00 WIB menuju perairan Kangean untuk mencari Ikan cakalan

Saat di perairan Pulau Raas, yaitu pada hari Sabtu (9/3) sekitar pukul 13.00 WIB, perahu yang ditunpangi kelima nelayan tersebut diterjang badai hingga terbalik.(Man/Emha)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *