Kesigapan Damkar Padamkan Kebakaran di Lenteng Usai Ada Pengaduan ke Call Center 112

oleh
Unit Damkar Pemkab Sumenep saat melakukan pemadaman kebakaran di Lenteng
banner 468x60

Pena Madura, Sumenep, 20 Agustus 2021 – Kehadiran layanan Nomor Tunggal Panggilan Darurat (NTPD) Call Center 112, yang baru dilaunching Pemerintah Kabupaten Sumenep, beberapa hari lalu, disambut baik dengan kesigapan masyarakat melaporkan peristiwa yang terjadi di sekitarnya.

Saat ini, Call Center 112 talah banyak menerima telepon, salah satunya aduan kejadian kebakaran di Desa Lenteng timur, Kecamatan Lenteng, Sumenep, peristiwa kebakaran di pom mini milik Yanto dan toko asesoris Ibu Nora. Jumat, (20/8/2021), sekitar pukul 07.15 WIB.

banner 336x280

Setelah menerima aduan, petugas call center langsung menyambungkan kepada tim Pemadam Kebakaran (Damkar).

Dalam hitungan menit, piket Damkar langsung mengerahkan 1 Fire truck double cabin,1 fire truck dan 2 water suply meluncur ke lokasi, bersama petugas Polsek dan Koramil setempat.

“Pagi tadi kebakaran di Lenteng itu laporannya melalui call center 112, pukul 07:21 WIB masuk ke kami, langsung kita tindaklanjuti ke OPD yang menangani, ke Damkar. Alhamdulillah bisa tertangani dengan cepat,” kata Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Sumenep, Ferdiansyah Tetrajaya, kepada media.

Dalam peristiwa tersebut, dilaporkan istri pemilik pom mini mengalami luka bakar, dilarikan ke Puskesmas Lenteng untuk mendapatkan penanganan medis.

“Memang jatuh korban ada yang terbakar, tapi langsung tertangani, itu menunjukkan call center 112 sudah dimanfaatkan dan bisa melayani masyarakat,” imbuhnya.

Sejak launching yang bertepatan dengan peringatan HUT Kemerdekaan ke-76 RI, call center 112 sudah on 24 jam. Respon masyarakat cukup positif, terbukti dengan masukkan telepon setiap harinya.

“Sejak launching sudah banyak telepon yang masuk ke 112, dari mereka yang menghubungi, ada beberapa klasifikasi baik yang hanya coba-coba, iseng tanya mengenai layanan, ghost (hening), penelepon tanpa suara, kemudian terputus, yang bersifat laporan biasa, termasuk yang betul-betul laporan kegawat daruratan. Kita layani semua,” paparnya.

Ke depan, lanjut Ferdian, pihaknya akan terus mensosialisasikan layanan tersebut, agar bisa digunakan dan dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat untuk kejadian kegawat daruratan.

“Ini kita akan masifkan sosialisasinya, kita juga mohon kepada teman-teman media untuk membantu kami. Ketika panik, kita harus 112,” tandasnya. (Emha/Man).

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *