Kaldu Kikil Sumenep Rasanya Bikin Lidah Ketagihan

oleh
Porsi Jumbo Kaldu Kikil Sumenep Rasanya Bikin Ngiler

Penamadura.com, Sumenep 25 Februari 2025 – Ngomongin kuliner Sumenep tidak ada habisnya, terutama Kaldu Kokot yang bikin manja lidah para penikmat rasa, Jika Anda pencinta kuliner sejati, kuliner yang satu ini wajib Anda kunjungi.

 

Kaldu Kokot Bunda Ma’ani, yang terletak di Desa Juluk, Kecamatan Saronggi, meski berada di Desa namjn warung makan ini tak pernah sepi pengunjung, selalu menjadi primadona para pemburu rasa autentik berkat menu khasnya yang luar biasa lezat.

Menu andalan warung ini ada kaldu kokot, hidangan tradisional khas Madura berbahan dasar kikil sapi yang disajikan dengan kuah kental berbumbu rempah yang meresap sempurna. Tak heran, setiap harinya Kaldu Kokot Bunda Ma’ani bisa ludes hingga 100 porsi.

“Semua menu banyak penggemarnya, terutama kaldu kokot. Setiap hari biasanya habis sampai 100 porsi untuk kaldu kokot. Itu lain kaldu kikil sama iga sapi,” ujar pemilik warung, Bunda Ma’ani, saat ditemui, Selasa (25/02/ 2025).

Untuk menikmati seporsi kaldu kokot jumbo, pelanggan cukup merogoh kocek Rp 60 ribu, sementara porsi yang lebih kecil dibanderol Rp 50 ribu. Harga tersebut sepadan dengan ukuran dan kualitas hidangannya yang memanjakan lidah.

“Itu nanti juga dikasih iga, jadi porsinya memang bikin kenyang dan puas,” tambah Bunda Ma’ani.

Warung ini sudah beroperasi selama tiga tahun dan terus menjadi favorit. Setiap harinya, jika semua menu terjual habis, omsetnya bisa mencapai Rp 7 juta hingga Rp 8 juta. Puncak keramaian biasanya terjadi di akhir pekan.

“Setiap hari banyak yang datang, tapi paling ramai kalau hari Minggu. Kami buka dari jam 8 pagi sampai habis. Kalau lagi ramai banget, biasanya Maghrib sudah tutup,” jelas Bunda Ma’ani.

Muhri, salah satu anggota DPRD Sumenep mengaku Penasaran dengan ramainya pembicaraan di media sosial soal kuliner yang satu ini, ia akhirnya menyempatkan diri untuk berkunjung dan mencicipi langsung.

“Awalnya saya lihat TikTok kok ramai, akhirnya nanya ke teman. Kebetulan dia kenal sama yang punya. Sebenarnya sudah lama direncanakan ke sini, tapi baru sempat sekarang,” ungkap Ketua Komisi III DPRD Sumenep.

Setelah mencicipi hidangan di Warung Bunda Ma’ani, Muhri langsung terkesan dengan cita rasanya yang autentik. Khususnya kaldu kokot.

“Ternyata maknyus rasanya! Masakannya lebih kental dan bumbunya berasa pas. Setelah saya bandingkan dengan beberapa kaldu kokot di kota, saya sih lebih merekomendasikan di sini,” ucap politisi muda PKB.(Man/Emha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *