Ini Solusi Pupuk Alternatif dari Petrokimia Gresik untuk Petani

oleh
Ini Solusi Pupuk Alternatif dari Petrokimia Gresik untuk Petani
banner 468x60

Pena Madura, Regional, 10 Desember 2022 – Akibat Pupuk ZA, SP-36 dan Petroganik sudah tidak lagi masuk dalam skema subsidi, Petrokimia Gresik telah menyediakan pupuk subsidi alternatif untuk para petani. Pupuk tersebut yakni ZA Plus, Phosgreen dan Petroganik Premium. Pupuk-pukuk itu sebagai substitusi alternatif bagi petani yang membutuhkan.

Tak hanya itu, Petrokimia Gresik juga tetap memberikan kemudahan mendapatkan pupuk bagi petani yang jatah pupuk bersubsidinya sudah habis berupa pupuk non subsidi.

banner 336x280

Bahkan, petani yang tidak terdaftar dalam Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) atau tidak memenuhi persyaratan mendapatkan pupuk bersubsidi sesuai ketentuan pemerintah diupayakan tetap bisa mendapatkan pupuk, diantaranya ada NPK Phonska Plus dan Urea nonsubsidi.

“Pupuk nonsubsidi Petrokimia Gresik memiliki kandungan lebih lengkap sesuai dengan yang dibutuhkan tanaman. Dari sisi harga memang sedikit lebih tinggi dibandingkan pupuk subsidi, tapi hasil panen yang diperoleh petani bisa melimpah, sehingga pendapatan yang diperoleh juga lebih tinggi,” ujar Dwi Satriyo, Direktur Utama Petrokimia Gresik.

Sementara itu, Petrokimia Gresik tahun ini mendapatkan amanah penyaluran pupuk bersubsidi sebanyak 3,87 juta ton atau 49 persen dari total alokasi pupuk bersubsidi Pemerintah di tahun 2022, yaitu 7,77 juta ton. Jumlah yang menjadi tanggung jawab Petrokimia Gresik ini paling besar diantara anggota holding Pupuk Indonesia lainnya.

“Hingga bulan Desember ini kami optimis dapat menuntaskan tanggung jawab ini hingga 100 persen. Apalagi, akhir tahun ini banyak petani yang melakukan pemupukan. Ini adalah komitmen Petrokimia Gresik dalam menjaga ketahanan pangan nasional,” ujar Dwi Satriyo.

Dwi Satriyo kembali menekankan bahwa Petrokimia Gresik selalu siap mendukung ketercapaian ketahanan pangan nasional, dengan menjaga ketersediaan pupuk bersubsidi sesuai regulasi dan pupuk nonsubsidi. Pupuk menjadi salah satu agro input yang sangat penting untuk meningkatkan produktivitas pertanian di tengah keterbatasan lahan pertanian di Indonesia.

Ia juga mengimbau kepada distributor dan kios pupuk bersubsidi untuk menyalurkan pupuk bersubsidi sesuai dengan ketentuan pemerintah. Apabila terdapat distributor dan kios yang tidak patuh pada aturan pemerintah, Petrokimia Gresik tidak segan untuk menghentikan kerja sama distribusi.

“Saya juga mengajak masyarakat untuk turut mengawasi penyaluran pupuk bersubsidi hingga di tangan petani. Kalau menemukan pelanggaran, masyarakat dapat langsung melaporkanya ke Aparat Penegak Hukum,” tandas Dwi Satriyo.

Sementara, guna memastikan penyaluran pupuk bersubsidi tepat sasaran, Petrokimia Gresik selama ini terus meningkatkan pengawasan distribusi melalui penerapan sejumlah sistem dan aplikasi digital, seperti Warehouse Management System (WMS) dan Sistem Scheduling Truk Online (SISTRO) agar distribusi pupuk dapat semakin cepat dan terpantau oleh sistem dengan semakin baik.

“Kami ingin memastikan proses distribusi di seluruh lini yang menjadi tanggung jawab Petrokimia Gresik berjalan dengan baik dan sesuai prosedur. Dengan digitalisasi sistem yang terintegrasi, diharapkan dapat meminimalisasi potensi penyimpangan dalam jaringan distribusi,” tutup Dwi Satriyo. (Emha/Man).

Tag Sumenep#
Madura hari ini, madura terkini, berita madura, kabar madura, informasi madura, update madura, info madura, madura united, budaya madura, keraton sumenep, kuliner madura, keris sumenep, wisata madura, garam madura, Sumenep terkini, Sumenep hari ini, kabar Sumenep, berita Sumenep, info Sumenep

 

 

 

 

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *