Sumenep, Penamadura.com – Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SMP Negeri 1 Sumenep pada hari pertama pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027, Senin (13/7/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian MPLS berlangsung secara aman, ramah, edukatif, dan bebas dari praktik perploncoan, intimidasi, maupun perundungan.
Dalam sidak itu, Bupati didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep Moh. Iksan, Kabag Protokol Setdakab Sumenep, serta Kepala SMP Negeri 1 Sumenep. Rombongan meninjau sejumlah ruang kelas, berdialog dengan peserta didik baru, guru, dan memantau langsung pelaksanaan kegiatan pengenalan lingkungan sekolah.
Achmad Fauzi mengatakan, kehadiran pemerintah bertujuan memastikan setiap siswa baru memperoleh pengalaman pertama yang menyenangkan saat memasuki lingkungan sekolah.
“Saya ingin memastikan sejak hari pertama masuk sekolah, anak-anak merasa aman, nyaman, dan bahagia. Jangan sampai ada kegiatan yang mengarah pada perploncoan atau tindakan yang dapat melukai fisik maupun mental peserta didik,” ujarnya.
Menurutnya, MPLS harus menjadi momentum membangun karakter, mengenalkan budaya sekolah, sekaligus menumbuhkan semangat belajar peserta didik baru.
Ia menegaskan bahwa kegiatan MPLS tidak boleh dijadikan ajang menunjukkan senioritas. Sebaliknya, seluruh kegiatan harus berisi pendidikan karakter, pengenalan lingkungan sekolah, penanaman disiplin, serta membangun sikap saling menghormati.
Bupati juga mengingatkan seluruh kepala sekolah agar mengawasi setiap rangkaian kegiatan, terutama yang melibatkan pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS).
“Peran OSIS memang penting dalam menyambut adik kelas, namun seluruh kegiatan harus berada di bawah pengawasan guru dan kepala sekolah. Tidak boleh ada aktivitas yang menimbulkan ketidaknyamanan bagi siswa baru,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Sumenep, lanjut Fauzi, telah menginstruksikan seluruh satuan pendidikan agar melaksanakan MPLS sesuai ketentuan yang berlaku dengan mengedepankan keamanan dan kenyamanan peserta didik.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Moh. Iksan, mengatakan seluruh sekolah telah diarahkan menerapkan konsep MPLS Ramah sesuai kebijakan pemerintah.
Menurutnya, seluruh kegiatan dirancang dengan pendekatan yang humanis, edukatif, inklusif, dan menyenangkan agar membantu peserta didik baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah.
Pelaksanaan MPLS Tahun Ajaran 2026/2027 berlangsung selama lima hari, mulai 13 hingga 17 Juli 2026, mengusung tema “Hari Baru, Aman dan Nyaman di Sekolah.”
Pemerintah Kabupaten Sumenep berharap pelaksanaan MPLS tahun ini mampu menciptakan kesan pertama yang positif bagi seluruh peserta didik sekaligus memperkuat terciptanya lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan maupun perundungan. (Red/Emha)
