Penamadura.com, Sumenep 14 Juli 2026 – Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sumenep kembali menyalurkan bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) kepada warga di wilayah kepulauan. Kali ini, bantuan diberikan kepada dua keluarga di Desa Pagerungan Kecil, Kecamatan Sapeken, Selasa (14/7/2026).
Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Ketua Baznas Kabupaten Sumenep, Ahmad Rahman, didampingi Camat Sapeken, Hamka, serta Kepala Desa Pagerungan Kecil, Khalilurrahman.
Dua penerima bantuan RTLH tersebut adalah Rupaida (43), warga Dusun Tanjung Pagar RT 08/RW 02, dan Hasik (76), warga Dusun Bondak RT 008/RW 002, Desa Pagerungan Kecil, Kecamatan Sapeken.
Ketua Baznas Kabupaten Sumenep, Ahmad Rahman, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Baznas untuk membantu masyarakat kurang mampu agar memiliki tempat tinggal yang lebih layak.
“Hari ini Baznas menyerahkan bantuan RTLH kepada dua warga di Desa Pagerungan Kecil, yaitu Ibu Rupaida dan Bapak Hasik. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban mereka dan memberikan hunian yang lebih aman serta nyaman,” ujarnya.
Camat Sapeken, Hamka, mengapresiasi perhatian Baznas Kabupaten Sumenep terhadap masyarakat kepulauan. Menurutnya, program RTLH sangat membantu warga yang selama ini tinggal di rumah dengan kondisi memprihatinkan.
“Semoga bantuan RTLH ini bermanfaat sehingga para penerima dapat tinggal dengan lebih tenang, aman, dan nyaman. Terima kasih kepada Baznas yang terus hadir membantu masyarakat,” kata Hamka.
Sementara itu, Kepala Desa Pagerungan Kecil, Khalilurrahman, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Baznas atas bantuan yang diberikan kepada warganya.
“Kami sangat berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Baznas. InsyaAllah kami siap mengawal dan membangun rumah bantuan ini semaksimal mungkin agar benar-benar memberikan manfaat bagi penerima. Semoga program ini terus berkelanjutan,” tuturnya.
Kondisi rumah kedua penerima bantuan memang sangat memprihatinkan. Rumah milik Hasik yang dihuni bersama keluarganya sudah dalam kondisi miring dan harus disangga menggunakan kayu agar tidak roboh. Sementara rumah milik Rupaida berukuran sangat kecil dan belum memiliki sambungan listrik sendiri sehingga masih menumpang penerangan dari rumah tetangga.
Melalui program RTLH ini, Baznas Kabupaten Sumenep berharap masyarakat prasejahtera, termasuk yang berada di wilayah kepulauan, dapat memiliki hunian yang lebih layak, aman, dan sehat sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.(Man/Red)
