16

Cegah Narkoba di Kepulauan Sumenep, KEI Gandeng BNN Edukasi Guru dan Tokoh Masyarakat

Pena Madura
Cegah Narkoba di Kepulauan Sumenep, KEI Gandeng BNN Edukasi Guru dan Tokoh Masyarakat
A-AA+A++

Sumenep, Penamadura.com – Kangean Energy Indonesia (KEI) menggelar Dialog Bahaya Penyalahgunaan Narkoba dan Perilaku Hidup Sehat di Aula SMA Islam Pagerungan Besar, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Senin (26/10/2026).

Kegiatan bertema ‘Satu Langkah, Nol Penyalahgunaan Narkoba’ tersebut merupakan bagian dari program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) 2026 serta Program Bersinar (Bersih dari Narkoba).

Dialog ini diikuti puluhan tenaga pendidik dari berbagai jenjang pendidikan, tokoh masyarakat, serta tokoh pemuda Desa Pagerungan Besar. Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba sekaligus memperkuat upaya pencegahan di lingkungan sekitar.

Hadir dalam kegiatan itu jajaran manajemen KEI, perwakilan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sumenep, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Sapeken, mulai dari sekretaris camat, Danramil, hingga Kapolsek Sapeken. Turut hadir Kepala Puskesmas Pagerungan Besar dan perwakilan pemerintah desa.

Community Development Kangean Energy Indonesia, Sarip Hidayatullah, menjelaskan bahwa dialog tersebut merupakan rangkaian kegiatan lanjutan setelah pelaksanaan Jalan-Jalan Sehat (JJS) Antinarkoba yang melibatkan para siswa kamarin.

Menurutnya, KEI berkomitmen mengambil peran aktif dalam mengedukasi masyarakat mengenai bahaya penyalahgunaan dan peredaran narkoba, khususnya di wilayah sekitar operasi perusahaan.

“Kegiatan ini merupakan atensi dari pimpinan kami. Selain kami gelar di Pagerungan Besar, kegiatan seperti ini akan kami gelar juga di Pagerungan Kecil, kemungkinan bulan depan,” kata Sarip.

Ia berharap kegiatan edukasi tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk melindungi generasi muda dari ancaman narkoba.

“Kami berharap kegiatan ini bisa memberikan dampak positif. Mohon dukungannya agar anak-anak kita terhindar dari bahaya narkoba dan tidak terjerumus pada obat-obatan terlarang,” tambahnya.

Sementara itu, pemateri dari BNN Kabupaten Sumenep, Andri Andiansyah, menyampaikan bahwa pemberantasan narkoba menjadi perhatian serius pemerintah. Ia menegaskan pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam mencegah penyalahgunaan narkoba, terutama di kalangan generasi muda.

Menurut Andri, generasi muda menjadi kelompok yang perlu mendapatkan perhatian khusus karena penyalahgunaan narkoba dapat merusak masa depan dan menghambat potensi mereka untuk berprestasi.

“Korban penyalahgunaan narkoba ini mayoritas adalah generasi muda. Pemuda dan remaja yang seharusnya bisa berprestasi, masa depannya justru hancur karena terjerumus pada jurang narkoba,” tuturnya.

Ia menjelaskan, ketergantungan narkoba dapat menimbulkan dampak serius terhadap kondisi fisik, psikologis, dan kehidupan sosial seseorang. Ketika ketergantungan sudah terjadi, proses pemulihan membutuhkan penanganan yang tepat dan dukungan dari lingkungan sekitar.

“Dampaknya sangat berbahaya. Selain daya tahan tubuh korban melemah, penyalahgunaan narkoba juga dapat mengganggu kondisi mental dan memicu perilaku berisiko,” terangnya.

Karena itu, Andri mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan serta berperan aktif dalam upaya pencegahan sejak dini, terutama melalui lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Di sisi lain, Sekretaris Desa Pagerungan Besar mengapresiasi langkah KEI bersama BNN Kabupaten Sumenep dan seluruh pihak terkait dalam menggelar dialog edukasi tersebut.

Pihak desa juga berharap masyarakat semakin peduli terhadap bahaya narkoba dan berani melaporkan kepada pemerintah desa apabila menemukan indikasi penyalahgunaan narkoba di wilayah setempat.