Warga Sumenep Korban Kapal Tenggelam KM Virgo Dipulangkan, BAZNAS Berikan Santunan untuk Kuatkan Keluarga

oleh
Keluarga Korban Menerima Bantuan Tali asih dari Baznas Sumenep

Penamadura.com, Sumenep, 30 September 2026 — Duka menyelimuti keluarga Sutila, warga Desa Jelbudan, Kecamatan Dasuk, Kabupaten Sumenep, yang menjadi salah satu korban meninggal dunia dalam kecelakaan laut KM Virgo Transport 8.

Jenazah Sutila dipulangkan ke kampung halaman setelah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Jenazah diberangkatkan dari Banjarmasin menggunakan pesawat Lion Air pada Rabu, 30 September 2026 sekitar pukul 11.10 WITA menuju Bandara Juanda, Surabaya.

KM Virgo Transport 8 sebelumnya dilaporkan mengalami kecelakaan dan tenggelam di perairan Laut Jawa, sekitar perairan Masalembu, pada 13 September 2026 saat dalam pelayaran dari Surabaya menuju Banjarmasin.

Dalam musibah tersebut, ratusan orang berhasil ditemukan selamat. Namun, puluhan korban dinyatakan meninggal dunia dan sebagian lainnya masih dalam pencarian.

Kedatangan jenazah Sutila di Surabaya mendapat perhatian dari BAZNAS Kabupaten Sumenep. Lembaga tersebut hadir untuk menyambut dan memberikan santunan kepada keluarga korban sebagai bentuk kepedulian sekaligus dukungan moral bagi keluarga yang ditinggalkan.

Ketua BAZNAS Kabupaten Sumenep, Ahmad Rahman, mengatakan bantuan yang diberikan tidak semata-mata dilihat dari nilainya. Kehadiran BAZNAS di tengah keluarga korban diharapkan dapat menjadi bentuk kepedulian dan penguatan bagi keluarga yang sedang menghadapi musibah.

“Bantuannya mungkin tidak seberapa, namun yang terpenting kami mewakili pemerintah hadir di tengah masyarakat yang sedang ditimpa musibah,” kata Ahmad Rahman, Rabu (30/09/2026).

Berdasarkan data manifes yang disampaikan, KM Virgo Transport 8 membawa total 243 orang, terdiri dari 30 anak buah kapal (ABK), 27 pekerja, 59 penumpang dewasa, satu anak-anak, serta 126 sopir dan kernet. Kapal tersebut juga mengangkut 89 unit kendaraan.

Sementara berdasarkan data terkini yang diterima, sebanyak 108 orang dinyatakan selamat, 71 orang meninggal dunia, dan 64 orang masih dalam pencarian atau dinyatakan hilang.

BAZNAS Sumenep berharap santunan tersebut dapat sedikit membantu keluarga korban dalam menghadapi proses pemulangan dan pemakaman, sekaligus menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap warga Sumenep yang tertimpa musibah di luar daerah.

Kehadiran BAZNAS diharapkan tidak hanya berupa bantuan materi, tetapi juga menjadi penguat bagi keluarga agar tidak merasa sendiri dalam menghadapi duka akibat musibah tersebut.(Man/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *