Ratusan Guru Ngaji Ikuti Sosialisasi Empat Pilar Bersama Said Abdullah

oleh
Ratusan Guru Ngaji Ikuti Sosialisasi Empat Pilar Bersama Said Abdullah

Sumenep, Penamadura.com – Penguatan wawasan kebangsaan tidak hanya menjadi tanggung jawab lembaga pendidikan formal, tetapi juga membutuhkan peran tokoh agama di tengah masyarakat. Berangkat dari semangat itu, Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Jawa Timur XI (Madura), MH Said Abdullah, menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan dengan melibatkan para guru ngaji di Kabupaten Sumenep, Selasa (23/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Pertemuan Arya Wiraraja, De Baghraf Hotel Sumenep, diawali dengan istighasah yang dipimpin KH. Jumaatun sebagai doa bersama untuk keselamatan bangsa.

Dalam forum tersebut, narasumber Amir Syarifuddin mengingatkan pentingnya memahami ajaran agama secara menyeluruh agar tidak mudah terjebak pada pemahaman yang sempit dan berpotensi melahirkan sikap intoleran.

Menurutnya, tantangan kehidupan berbangsa saat ini semakin kompleks. Selain persoalan ideologi, masyarakat juga dihadapkan pada derasnya arus informasi, fanatisme kelompok, hingga pengaruh globalisasi yang dapat memengaruhi cara pandang terhadap kehidupan bernegara.

“Pemahaman yang utuh akan membuat masyarakat lebih bijak dalam menyikapi perbedaan dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar,” ujarnya.

Sementara itu, narasumber lainnya, Slamet Wahedi, menegaskan bahwa demokrasi memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan kritik terhadap pemerintah. Namun, kritik tersebut harus disampaikan secara bertanggung jawab tanpa merusak persatuan.

Ia juga menekankan bahwa semangat nasionalisme harus berjalan beriringan dengan nilai kemanusiaan serta keadilan sosial. Setiap kebijakan pembangunan, menurutnya, harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kesejahteraan rakyat harus menjadi tujuan utama pembangunan. Jika tujuan itu belum tercapai, masyarakat memiliki hak untuk memberikan evaluasi melalui mekanisme demokrasi,” katanya.

Melalui sosialisasi tersebut, para guru ngaji diharapkan menjadi ujung tombak dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila, toleransi, persatuan, dan cinta tanah air kepada masyarakat. Dengan kedekatan mereka di lingkungan desa dan pesantren, guru ngaji dinilai memiliki peran strategis dalam memperkuat karakter kebangsaan sekaligus menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman. (Red/Emha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *