oleh

Pemkab Pamekasan Bersama Dinas PU Provinsi Lakukan Tanam Pohon dan Tabur Ikan di Samiran

Pena Madura, Pamekasan, 30 Maret 2022 – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur menggelar acara penanaman pohon dan tabur benih ikan memperingati hari air dunia ke 30 tahun 2022, Rabu, 30 Maret 2022.

Kegiatan yang dipusatkan di embung Desa Samiran Kecamatan Proppo itu, dihadiri oleh Kepala UPT Dinas PU SDA Provinsi Jatim Wilayah Madura, Anton Danuswara dan berbagai unsur UPT Dinas Pemprov Jatim terkait lainnya yang berada di wilayah kerja Pamekasan. Sebab secara serentak mereka juga mengadakan 2000 pohon mangga serupa di waktu yang sama di semua kabupaten se pulau Madura pula.

Buktinya, kegiatan penanaman pohon dilakukan serentak secara daring bersama 38 kabupaten dan kota. Kemudian dihadiri oleh Gubernur Jawa timur dan Menteri PUPR, serta disaksikan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dan Sekretaris Daerah kabupaten Pamekasan.

Bupati Pamekasan Baddrut Tamam yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Totok Hartono mengatakan atas nama atas nama pemerintah kabupaten Pamekasan mengucapkan selamat memperingati hari air sedunia tahun 2002. Kedepan semoga dengan peringatan Hari air sedunia ini dapat mendorong dan mempercepat kepedulian dan memprovokasi positif semua masyarakat terhadap kepedulian lingkungan.

Yakni, khususnya dalam pemakaian dan pemanfaatan air sebagai sumber kehidupan bagi setiap makhluk hidup di muka bumi ini. Sebab semua harus dilakukan secara bersama dan masif bukan hanya oleh pemerintah daerah dan kabupaten, semata-mata.

“Peringatan hari air sedunia ini bukan sekedar seremonial semata tetapi, merupakan salah satu upaya kita untuk mempengaruhi masyarakat agar terbiasa menjaga kelestarian lingkungan,” ungkapnya.

Selanjutnya, Totok Hartono juga menyampaikan dengan adanya pelaksanaan program penanaman pohon masyarakat bisa memanfaatkan untuk pengolahan sampah jadi pupuk dengan baik. Selain juga harus memelihara lingkungan sehat dan lebih indah dengan membuang sampah di tempat yang telah disediakan bukan ke aliran sungai.

“Oleh karenanya saya berharap agar semua stakeholder baik OPD terkait, camat, lurah, kepala desa, kepala sekolah, pondok pesantren, dan kelompok masyarakat lainnya supaya lebih kuat lagi koordinasi dan sinergi mewujudkan lingkungan yang berseri serta sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan,” imbuhnya lagi.

Disamping itu, Sekretaris Daerah itu juga mengatakan dengan adanya kegiatan seperti saat ini generasi emas Pamekasan memiliki pemahaman dan mencintai lingkungan yang bersih, sehat dan lestari. Sehingga naluri cinta alam dan pembangunan berbasis lingkungan bisa berjalan optimal.

“Kita menyadari bahwa kerusakan lingkungan yang akhir-akhir ini sangat marak terjadi disebabkan oleh kita sendiri yang tidak atau kurang memperhatikan dampak terhadap lingkungan kerusakan lingkungan tersebut telah menyebabkan bencana alam seperti kekeringan dan udara pemanasan global polusi, erosi, abrasi dan menurunnya derajat kesehatan masyarakat serta berbagai kesengsaraan hidup yang dapat menimpa manusia dalam jangka panjang,” tukasnya.

Terakhir, Totok Hartono mengajak kepada seluruh masyarakat pemekasan agar menjaga kelestarian lingkungan dengan menanam pohon melindungi tumbuhan dan satwa liar menjaga kebersihan sampah dengan baik. Serta menghentikan perilaku merusak lingkungan demi masa depan anak cucu, bahkan kebaikan semua masyarakat di Bumi Gerbang Salam. (Yud/Emha).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

News Feed