Sumenep, Penamadura.com – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komunitas Perempuan Pesisir Indonesia (KPPI) Kabupaten Sumenep mengajak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep mulai mengambil langkah konkret dalam mempersiapkan transisi energi bersih sebagai upaya mengurangi ketergantungan terhadap minyak dan gas bumi (migas).
Ketua DPD KPPI Kabupaten Sumenep, Yusnaniya, M.Pd., mengatakan, daerah yang selama ini dikenal sebagai salah satu penghasil migas tersebut harus memiliki visi jangka panjang menghadapi era pasca-energi fosil. Menurutnya, cadangan minyak dan gas bumi merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui sehingga perlu diantisipasi sejak sekarang.
Pernyataan itu disampaikan Yusnaniya saat melakukan silaturahmi ke PT Wira Usaha Sumekar (WUS). Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa transisi energi tidak bisa lagi ditunda apabila Sumenep ingin menjaga ketahanan energi sekaligus keberlanjutan pembangunan.
“Jangan menunggu cadangan minyak dan gas benar-benar habis baru mencari solusi. Transisi energi harus dimulai sekarang agar masyarakat Sumenep tetap memiliki jaminan ketahanan energi dan keberlanjutan pembangunan di masa depan,” ujar Yusnaniya.
Ia menjelaskan, wilayah Pagerungan yang selama ini menjadi salah satu pusat produksi migas di Kabupaten Sumenep memiliki kontribusi besar terhadap sektor energi nasional. Namun, eksploitasi yang terus berlangsung membuat cadangan migas akan semakin menurun dari waktu ke waktu.
Karena itu, KPPI Sumenep mengusulkan pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) secara bertahap di berbagai titik strategis. Tidak hanya di kawasan Taman Bunga, tetapi juga di pusat pemerintahan, kawasan perdagangan, pelabuhan, destinasi wisata, hingga seluruh kecamatan di Kabupaten Sumenep.
Menurut Yusnaniya, ketersediaan infrastruktur menjadi syarat utama untuk mendorong masyarakat beralih menggunakan kendaraan listrik.
Selain itu, KPPI juga mendorong Bupati Sumenep menjadi pelopor penggunaan kendaraan listrik sebagai kendaraan dinas. Langkah tersebut diharapkan diikuti seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam mendukung energi ramah lingkungan serta mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak.
Yusnaniya menilai perubahan iklim kini telah dirasakan langsung oleh masyarakat Sumenep. Cuaca yang sulit diprediksi mulai berdampak terhadap produktivitas petani, terutama petani tembakau yang bergantung pada musim kemarau. Sementara para nelayan juga menghadapi perubahan pola angin, gelombang, dan kondisi laut yang semakin tidak menentu.
“Transisi energi bukan hanya soal menjaga lingkungan, tetapi juga investasi jangka panjang untuk ketahanan energi daerah, penguatan ekonomi masyarakat, dan perlindungan generasi mendatang,” tegasnya.
DPD KPPI Kabupaten Sumenep berharap Pemerintah Kabupaten Sumenep segera menyusun road map pengembangan kendaraan listrik beserta infrastruktur pendukungnya. Dengan demikian, Sumenep dinilai akan lebih siap menghadapi era energi bersih yang semakin menjadi kebutuhan di masa depan. (Red/Emha)
