Pena Madura, Sumenep, 17 Juli 2021 – Tingginya Kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, menjadi perhatian anggota DPRD setempat. Hal ini karena penularan masih terus terjadi bahkan cenderung meningkat drastis dalam dua hari terakhir.

Keprihatinan itu diungkapkan M. Syukri, anggota Fraksi PPP dengan memberikan saran kepada masyarakat. Ia meminta agar masyarakat ketat dalam menerapkan protokol kesehatan meskipun di lingkungan keluarga sendiri.

“Kemudian jika ada salah satu anggota keluarganya yang sakit, lebih baik semua anggota keluarga lainnya juga pakai makser untuk jaga-jaga. Apalagi saat ini lonjakan kasus terkonfirmasi Covid-19 masih cukup tinggi,” urainya.

Selain itu, menurut wakil rakyat yang kini duduk di Komisi IV DPRD Sumenep itu, masyarakat juga perlu menjaga pola hidup sehat dengan mengonsumsi vitamin dan makanan bergizi seimbang.

Termasuk, sambungnya, menjaga kebersihan lingkungan rumah. Sebisa mungkin haru ada sirkulasi udara di dalam rumah. “Sehingga higenitas rumah bisa tetap terjaga,” tambahnya.

Selain usaha lahiriyah, menurut dia ikhtiar yang sifatnya batiniyah juga harus dilakukan, yakni dengan memperbanyak doa. “Semoga kita semua dilindungi dari segala macam penyakit, dan pandemi ini bisa segera berakhir,” harap dia.

Dari data sebaran pasien Covid-19 yang diposting Instagram Kominfo Provinsi Jawa Timur (@jatimprov) diketahui, pada 15 Juli 2021, di Sumenep terdapat tambahan kasus terkonfirmasi sebanyak 227 kasus. Sebanyak 51 orang dinyatakan sembuh. Sedangkan total kasus yang masih aktif 452.

Sehari kemudian, yakni pada 16 Juli 2021, peningkatan kasus terkonfirmasi kembali bertambah cukup signifikan, yaitu mencapai 234. Sementara yang dinyatakan sembuh ialah 39 orang. Dengan demikian, jumlah kasus aktif di Sumenep saat ini sebanyak 647.

Secara akumulatif, sejak kasus pertama diumumkan hingga sekarang, jumlah warga Sumenep yang dinyatakan terkonfirmasi Covid-19 mencapai 3.251. Sebanyak 2.438 sembuh, dan 166 orang meninggal dunia.

Salah satu klaster yang paling banyak menyumbang positif rate Covid- 19 di kabupaten paling timur Pulau Madura belakangan ini ialah klaster keluarga. (Emha/Man).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

News Feed