Saatnya Pulau Oksigen Gili Iyang Mendunia

oleh
Pulau Gili Iyang Sumenep, Destinasi Wisata Kesehatan dengan Kandungan Oksigen terbaik Nomor Dua di Dunia

Pena Madura, Sumenep, 20 Mei 2024 – Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, terletak di ujung timur Pulau Madura. Geografi Kabupaten Sumenep berbeda dari kabupaten lain di Jawa Timur karena memiliki 126 pulau, baik berpenghuni maupun tidak.

Wakil Bupati Sumenep, Dewi Khalifah, saat menghadiri pelantikan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Indonesia Sport and Special Interest Association (ISSITA) Kabupaten Sumenep pada Minggu (19/5/2024), menyebutkan bahwa jumlah pulau di Sumenep bertambah dua karena kemunculan gugusan daratan baru.

Dengan banyaknya pulau yang dimiliki, Pemerintah Kabupaten Sumenep menetapkan pariwisata sebagai strategi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Salah satu destinasi unggulan yang terus dipromosikan adalah Pulau Gili Iyang dan Pulau Gili Labak.

Gili Labak, yang terletak di Kecamatan Talango, terkenal dengan keindahan pasir putih dan pesona bawah lautnya yang dipenuhi terumbu karang dan ikan hias. Berbeda dengan Gili Iyang yang menawarkan wisata kesehatan dengan kandungan oksigen terbaik kedua di dunia setelah Yordania.

Secara geografis, Pulau Gili Iyang termasuk wilayah Kecamatan Dungkek dan memiliki dua desa, yaitu Desa Banraas dan Desa Bancamara. Pulau ini memiliki luas sekitar 9 km² dan berpenduduk sekitar 8.000 jiwa.

Pada tahun 2006, Balai Besar Teknis Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) dan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) meneliti bahwa kadar oksigen di Pulau Gili Iyang berkisar antara 20,9% dan 21,5%, dengan kadar CO2 antara 302 – 313 ppm. Kandungan oksigen ini lebih tinggi dibandingkan daerah lain.

Banyaknya warga yang berumur panjang di Pulau Gili Iyang membuktikan tingginya kandungan oksigen tersebut. Beberapa lansia bahkan berusia di atas 100 tahun dan mereka masih aktif beraktivitas.

Dalam beberapa tahun terakhir, Pulau Gili Iyang menjadi tujuan wisata tokoh-tokoh yang berkunjung ke Kabupaten Sumenep. Salah satunya adalah Gubernur Jawa Timur 2019-2024, Khofifah Indar Parawansa, yang sering berkunjung dan memberi perhatian khusus pada Pulau Gili Iyang.

Pada tahun 2022, Khofifah bahkan mengajak Ketua DPR RI, Puan Maharani. Mereka berkeliling Pulau Gili Iyang mengunjungi titik oksigen dan beberapa warga lanjut usia yang tetap sehat.

Pesona Pulau Gili Iyang juga menarik perhatian Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno. Organ taktis yang dibentuknya, Indonesia Sport and Special Interest Association (ISSITA), berkomitmen untuk mempromosikan potensi wisata Sumenep, khususnya Pulau Gili Iyang ke kancah dunia.

Keseriusan ini dibuktikan dengan pelantikan Dewan Pengurus Cabang ISSITA Kabupaten Sumenep pada Minggu, 19 Mei 2024. DPC ISSITA Sumenep adalah pengurus tingkat kabupaten pertama di Indonesia.

Usai dilantik oleh pengurus DPD ISSITA Jawa Timur, Ketua ISSITA Sumenep, Naghfir, menyatakan akan bekerja keras memajukan olahraga, pariwisata, dan minat khusus di Kota Keris Sumenep. Dia berkomitmen untuk bekerja sama dengan Pemkab Sumenep untuk memajukan pariwisata.

“InsyaAllah, ISSITA hadir untuk membantu pemerintah daerah mengembangkan sektor pariwisata di Sumenep, termasuk olahraga, minat khusus, dan UMKM,” kata Naghfir, yang juga seorang notaris.

Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ini menambahkan, potensi wisata Sumenep sangat layak dipromosikan ke dunia, terutama Pulau Gili Iyang yang memiliki kandungan oksigen terbaik kedua di dunia.

“Wisata Kesehatan Pulau Gili Iyang sangat layak dipromosikan. Saya sudah pernah ke sana, mungkin perlu pembenahan di beberapa fasilitas saja. Kami berikhtiar untuk itu agar pertumbuhan ekonomi melalui sektor wisata bisa terwujud,” tuturnya.

Ketua DPD ISSITA Jawa Timur, Rony Chandra, juga mengakui potensi wisata Sumenep, khususnya Pulau Gili Iyang yang sangat layak dipromosikan secara global.

“Sumenep bagi saya adalah intan di Pulau Madura. Destinasi wisata di sini sangat layak dipromosikan, terutama Pulau Gili Iyang dengan kualitas oksigen terbaik kedua di dunia,” tegasnya setelah melantik pengurus ISSITA Sumenep.

Rony Chandra sudah pernah mengunjungi Pulau Gili Iyang. Ia mengaku terkesan dengan potensi didalamnya karena juga terdapat wisata alam seperti Pantai Ropet dan Bantu Canggah.

“Saya sudah melihat potensinya, kita hanya perlu standarisasi yang lebih baik, kerjasama antara pemerintah daerah dan pusat untuk memberikan fasilitas yang lebih baik dan berkembang,” jelasnya.

Ia optimis jika langkah-langkah tersebut diambil, Gili Iyang akan semakin menarik perhatian wisatawan lokal maupun internasional.

Sementara itu, Wakil Bupati Sumenep, Dewi Khalifah, berharap masyarakat turut serta dalam mempromosikan pariwisata Sumenep, khususnya Pulau Gili Iyang. Menurutnya, sektor pariwisata sangat berpotensi meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat Sumenep.

“Dengan hadirnya ISSITA Sumenep, saya berharap bisa membantu pengelolaan pariwisata agar semakin dikenal dunia. Selain itu, ISSITA diharapkan memberikan edukasi kepada destinasi wisata, misalnya dengan menyediakan oleh-oleh agar pemberdayaan UMKM berjalan,” terangnya.

Program kalender event wisata yang digalakkan Pemerintah Kabupaten Sumenep di bawah kepemimpinan Bupati Fauzi dan Wakil Bupati Nyai Eva telah memunculkan kepercayaan diri masyarakat untuk mengembangkan potensi wisata, budaya, dan kesenian di Sumenep.

Melalui promosi sektor pariwisata, Pemkab Sumenep terbukti mampu mendorong perekonomian daerah. Setiap event yang digelar selalu melibatkan pelaku UMKM.

Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sumenep terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun 2021, pertumbuhannya hanya 2,16 persen, meningkat menjadi 3,11 persen pada tahun 2022, dan terus melonjak hingga mencapai 5,5 persen pada tahun 2023. (Red/Emha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *