oleh

Nyai Bersatu Sosialisasikan Program Kesehatan dan Stunting pada Ibu-Ibu

Pena Madura, Sumenep, 13 Maret 2019 – Nyai Bersatu, melakukan sosialisasi program kesehatan dari pemerintah pusat. Sosilisasi tersebut sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap masalah kesehatan bagi generasi bangsa masa depan.

Kegiatan sosialisasi itu berupa Penyuluhan Kesehatan dan Stunting yang dilaksanakan pada Rabu (13/03/2019), bertempat di Desa Pasongsongan, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, yang dikuti oleh 150 ibu-ibu yang berasal dari empat desa di Kecamatan Pasongsongan.

Kegiatan penyuluhan kesehatan ini diawali oleh pembacaan sholawat dan doa bersama, yang dipimpin langsung oleh Kiai Ahmad selaku tuan rumah. Doa bersama ini bertujuan untuk memohon pertolongan Allah SWT. Agar Bangsa Indonesia ini tetap bersatu dan tidak bercerai-berai dengan adanya segudang problem yang sedang dihadapi.

Ahmad Saheri, S.Pd.I, pelaksana kegiatan mengatakan, pemerintah pusat dalam hal ini Bapak Presiden RI, Joko Widodo memprogramkan kegiatan penyuluhan kesehatan dan stunting yang disosialisasikan oleh Nyai Bersatu ini sebagai bentuk kepedulian terhadap generasi penerus bangsa. Tujuannya agar tidak mengalami masalah yang dinamakan stunting.

“Agar pemimpin Bangsa Indonesia dimasa depan tidak mengalami Stunting. Karena yang akan menjadi presiden 30 tahun mendatang pasti dari generasi saat ini,” tegas Ahmad Saheri. Rabu (13/03/2019).

Kegiatan penyuluhan kesehatan dan stunting itu, dikemas dengan tiga agenda acara. Selain diawali dengan pembacaan Sholawat dan doa bersama, lalu dilanjutkan dengan pemaparan dan penjelasan tentang Stunting, oleh pihak medis (bidan/perawat) setempat.

Selanjutnya, kegiatan dipungkasi dengan konsultasi dan layanan kesehatan gratis oleh para peserta kepada tenaga medis yang hadir pada kegiatan tersebut.

Perlu diketahui, Stunting adalah sebuah kondisi di mana tinggi badan seseorang jauh lebih pendek dibandingkan tinggi badan orang seusianya. Penyebab utamanya karena kekurangan gizi kronis sejak bayi dalam kandungan hingga masa awal anak lahir yang biasanya tampak setelah anak berusia 2 tahun. (Emha/Man)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed