MEC 2026 Digelar 19 September, Keraton Sumenep Diangkat Jadi Tema Perhelatan Budaya

oleh
MEC 2026 Digelar 19 September, Keraton Sumenep Diangkat Jadi Tema Perhelatan Budaya

Sumenep, Penamadura.com – Madura Ethnic Carnival (MEC) 2026 resmi diluncurkan bersamaan dengan pelantikan Pengurus Komunitas Jurnalis Sumenep (KJS) periode 2026–2029 di Aula Universitas Bahaudin Mudhary Madura (UNIBA Madura), Jumat (31/7/2026).

Pada penyelenggaraan tahun keempat ini, Madura Ethnic Carnival mengangkat tema “Keraton Sumenep”. Tema tersebut dipilih sebagai bagian dari upaya mengangkat sejarah dan kekayaan budaya Sumenep ke panggung yang lebih luas.

Peluncuran MEC 2026 ditandai dengan pemutaran video dokumentasi perjalanan Madura Ethnic Carnival sejak pertama kali digelar. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan naskah dukungan oleh sejumlah pihak terkait.

Ketua KJS Sumenep, M. Hariri, mengatakan pemilihan Keraton Sumenep sebagai tema MEC 2026 merupakan bentuk komitmen untuk ikut menjaga dan mengenalkan warisan budaya daerah.

Menurutnya, Keraton Sumenep memiliki nilai sejarah, arsitektur, seni, dan tradisi yang penting untuk terus diperkenalkan kepada generasi muda maupun masyarakat luas.

“Alhamdulillah, Madura Ethnic Carnival tahun ini sudah memasuki penyelenggaraan tahun keempat. Ini merupakan wujud sumbangsih kami bahwa KJS bukan hanya melaksanakan aktivitas sebagai jurnalis saja,” ujar Hariri.

Ia menjelaskan, KJS selama ini tidak hanya menjalankan fungsi jurnalistik, tetapi juga berupaya menghadirkan kegiatan yang memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Kegiatan tersebut diwujudkan melalui berbagai program sosial sekaligus kegiatan yang berkaitan dengan pelestarian budaya.

“Melalui Madura Ethnic Carnival, kami ingin ikut mengambil bagian dalam memperkenalkan kekayaan budaya Madura, khususnya Sumenep, kepada masyarakat yang lebih luas,” katanya.

Madura Ethnic Carnival 2026 dijadwalkan berlangsung pada 19 September 2026 di kawasan depan Labang Mesem, Keraton Sumenep.

Dengan mengusung tema Keraton Sumenep, penyelenggara berharap MEC 2026 tidak sekadar menjadi pertunjukan busana dan seni, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkenalkan sejarah serta identitas budaya Sumenep.

Perhelatan tersebut diharapkan mampu menarik perhatian masyarakat dan wisatawan sekaligus memperkuat posisi Sumenep sebagai salah satu daerah yang memiliki kekayaan sejarah dan budaya di Madura.

Madura Ethnic Carnival sendiri telah memasuki tahun keempat penyelenggaraan dan menjadi salah satu agenda yang digagas KJS untuk ikut berkontribusi dalam pelestarian serta promosi kebudayaan daerah. (Red/Emha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *