Penamadura.com, Sumenep 27 September 2024 – Anggota DPRD Sumenep dari fraksi PDI Perjuangan, Wahyudi mempertanyakan molornya pelaksanaan proses docking (perawatan tahunan) Kapal milik Pemerintah Kabupaten Sumenep yang dikelola PT. Sumekar.
Anggota DPRD Sumenep dari daerah pemilihan 8 yang meliputi Kecamatan Arjasa, Kangayan dan Sapeken itu meminta pihak operator yaitu PT. Sumekar sebagai pengelola kapal plat merah itu benar-benar serius mengurus kapal yang melayani rute Kalianget-Kangean dan Sapeken, sebab kapal tersebut sudah tidak beroperasi sejak bulan Juli 2024 karena harus melakukan docking.
“Saya berharap pihak Operator dalam hal ini PT. Sumekar benar-benar serius dan segera menyelesaikan docking karena sudah sejak tiga bulan lalu tidak beroperasi katanya mau docking” kata Wahyudi, Jum’at (27/09/2024).
Didik, panggilan akrab Wahyudi mengatakan keberadaan Sumekar 3 untuk melayani pelayaran antar pulau sangat dibutuhkan, sebab jika tidak ada pelayaran kapal barang maka perekonomian di kepulauan akan menjadi tersendat dan dampaknya harga-harga kebutuhan sehari-hari yang dipasok dari daratan dikepulauan akan mahal.
“kalau tidak ada kapal barang yang Berlayar ke kepulauan otomatis harga-harga akan mengalami kenaikan, makanya saya berharap jangan sampai terjadi kekosongan pelayaran dan kemaren kita minta kapal KMP. Monggiyango Hulalo menunda masa docking agar tidak terjadi kekosongan” katanya.
Sementara itu pihak PT. Sumekar mengaku kapalnya saat ini baru naik galangan di Kamal Bangkalan dan diperkirakan proses docking akan memakan waktu sekitar satu bulan kedepan.
“Baru naik Galangan paling satu bulan lagi Selesai” kata Bambang, Manajer operasional PT. Sumekar.
Perlu diketahui PT. Sumekar tahun ini mendapatkan dana subsidi untuk operasional dari APBD Kabupaten Sumenep tahun 2024 sebesar 4 miliar, suntikan dana yang cukup besar itu diharapkan PT. Sumekar bisa lebih maksimal memberikan pelayanan bagi warga Kepulauan dan tidak ada lagi alasan tidak beroperasi karena masalah keuangan.(Man/Emha)





