oleh

Warga Pegerungan Kecil Minta Listrik Hidup 24 Jam Geruduk Kantor PLN

Pena Madura, Sumenep 18 Oktober 2022 – Puluhan warga Pulau Pagerungan Kecil Kabupaten Sumenep, Madura Jawa timur, berunjuk rasa ke kantor PLN setempat, warga meminta listrik di pulau tersebut menyala 24 jam, Sabtu (15/10).

Puluhan warga sambil membentangkan spanduk berisi tuntutan mereka berunjukrasa di depan kantor PLN Pulau Pagerungan Kecil, warga merasa diperlakukan tidak adil oleh Pemerintah karena puluhan tahun kekanyaan minyak dan gas di wilayah Pagerungan di eksploitasi namun kesejahteraan warga terabaikan salah satunya penerangan listrik PLN.

“masyarakat secara keseluruhan menuntut agar pihak pln ini menambah daya untuk memberikan penerangan yang sempurna di desa pagerungan kecil, intinya masyarakat di pagerungan kecil menginginkan lampu ini menyala 24 jam bagaimanapun caranya,” kata Hattab, Koordinator aksi warga.

Sementara pihak PLN mengaku kasitas PLN di Pulau Pagerungan kecil hanya mampu melayani 250 pelanggan dan menyala setiap dua hari sekali hanya satu jam, sehingga kondisi pulau pagerungan kecil kalau malam  hari gelap gulita apalagi pasca kenaikan harga bbm beberapa waktu lalu warga tidak sanggup untuk membeli bbm untuk penerangan lampu diesel.

Perwakilan pihak PLN Pagerungan Kecil, Aidil mengaku selama ini penerangan listrik kepada para pelanggan tidak maksimal, karena dari total pelanggan sekitar 500 pelanggan, PLN hanya mampu menyala dua hari sekali selama satu jam dan digilir.

“jadi selama ini masyarakat pagerungan kecil tidak bisa menikmati listrik di malam hari, itu Cuma satu jam setiap malam hari selama dua hari sekali, karena kita itu kemampuannya 50 kwp, pelanggan itu sebanyak 500 kita bagi dua, jadi hanya bisa menyala 250 pelanggan setiap kali operasi secara bergantian,” kata Aidil, pengelola PLN Pagerungan kecil.

Pulau pagerungan kecil Kecamatan Sapeken adalah salah satu pulau berpenghuni di Kabupaten Sumenep dan diperairan sekitar Pegerungan kecil dan Sapeken terdapat sumber daya alam berupa minyak dan gas dan sudah puluhan tahun di eksploitasi, namun fasilitas umum banyak yang belum terpenuhi seperti penerangan listrik.(Man/Emha)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

News Feed