Uji 11 Calon Komisioner KI, DPRD Sumenep Gelar Fit and Proper Test

oleh
Uji 11 Calon Komisioner KI, DPRD Sumenep Gelar Fit and Proper Test

Pena Madura, Sumenep, 13 Agustus 2025 – Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep menggelar fit and proper test atau uji kelayakan dan kepatutan terhadap 11 calon komisioner Komisi Informasi (KI) Kabupaten Sumenep, pada Rabu malam, 13 Agustus 2025, di Gedung DPRD setempat.

Sebanyak 11 nama calon yang mengikuti tahapan seleksi tersebut adalah:
Hasdani Roy, Imam Syafi’e, Achmad Ainol Horri, Badrul Akhmadi, Mukh Anif, Winanto, Muhammad Harun, Adnan AR, Kamarullah, Rifa’i, dan Sufiyanto.

Ketua Komisi I DPRD Sumenep, Darul Hasyim Fath, menegaskan pentingnya uji kelayakan ini sebagai bentuk komitmen DPRD terhadap transparansi dan akuntabilitas publik. Menurutnya, keterbukaan informasi publik adalah salah satu pilar utama dalam sistem demokrasi.

“Keterbukaan informasi bukan sekadar tuntutan modernisasi politik, tetapi juga bentuk penghormatan terhadap hak asasi manusia. Ini adalah prinsip dasar negara demokratis,” ujarnya saat membuka jalannya uji kelayakan.

Dalam sesi fit and proper test, setiap calon komisioner diminta memaparkan visi, misi, serta rencana kerja mereka apabila terpilih sebagai anggota Komisi Informasi. Proses ini, kata Darul, bukan sekadar formalitas, melainkan seleksi serius untuk memilih figur yang mampu memperkuat peran KI dalam menegakkan keterbukaan informasi di Sumenep.

“Masyarakat berhak tahu, dan pemerintah wajib memberi tahu. Komisi Informasi harus menjadi garda terdepan dalam memastikan itu terjadi,” tegas politisi PDI Perjuangan tersebut.

Komisi Informasi Kabupaten Sumenep memiliki peran strategis dalam mengawal pelaksanaan Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik (UU KIP). Lembaga ini bertugas menyelesaikan sengketa informasi, mendorong tata kelola pemerintahan yang transparan, serta meningkatkan partisipasi publik dalam proses kebijakan.

Melalui uji kelayakan ini, DPRD berharap akan terpilih lima komisioner terbaik yang memiliki kompetensi, integritas, dan komitmen kuat terhadap nilai-nilai demokrasi dan keterbukaan. (Red/Emha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *