oleh

Sehari Semalam di Gilir Enam Pemuda Seorang Gadis di Sumenep Pulang Sempoyongan

Pena Madura, Sumenep 27 Juli 2019 – Tragis enam pemuda bejat gagahi seorang gadis sehari semalam bergiliran sehingga membuat kondisi korban sempoyongan. Polisi langsung memburu para pelaku setelah mendapat laporan dari korban.

Kejadian tersebut bermula saat korban WW (19) di ajak jalan-jalan main ke kos Pacarnya (OP) di Desa Kolor Kecamatan Kota Sumenep pada hari kamis (25/07), di rumah kos tersebut korban di paksa masuk kamar kemudian pintunya di kunci, satu persatu enam pemuda tersebut secara bergiliran menggahi korban.

Kapolsek Kota Sumenep, Akp. Widiarti, mengaku pihaknya mendapat laporan dari warga bahwa ada pemerkosaan oleh enam pemuda di rumah kos milik H. Muslih di Desa Kolor, pihaknya kemudian langsung bergerak mengerjar para pelaku.

Empat orang pelaku berhasil diamankan dan dibawa ke  mapolres Sumenep untuk penyelidikan lebih lanjug, sedangkan dua pelaku lainya yang sudah dikantongi identitasnya melarikan diri dan masih dalam pengejaran polisi.

“Kami dapat laporan dari warga bahwa ada pemerkosaan di rumah kost di Desa Kolor dan empat pelaku sudah berhasil diamankan,” kata Kapolsek Kota Akp. Widiarti, Sabtu (27/07/2019).

Para pelaku yang sudah diamankan yaitu, RQ dan HL (Pamolokan), MI (Sampang), SB (Kepanjen), sedangkan dua pelaku yang masih dalam pengejaran polisi yaitu, OP (Gapura) dan Faris (Paberasan).

Korban WW sejak hari Kamis di sekap di kamar kos, korban di cekoki minuman keras kemudian diajak berhubungan layaknya suami istri oleh pacarnya, setelah selesai pacarnya pergi dan korban tidak boleh keluar karena pintunya dikunci dari luar, berselang beberapa saat kemudian teman pacar korban datang dan langsung memperkosa korban hingga enam orang bergiliran.

Korban baru diijinkan keluar dari rumah kos tersebut keesokan harinya yaitu hari jum’at siang (26/07), saat sampai dirumahnya korban kondisinya sempoyongan dan lemas, korban menceritakan yang dialaminya ke keluarga dan langsung dilaporkan ke Polsek Kota.Man/Emha

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

News Feed