Pena Madura, Sumenep, 11 Februari 2026 – Penguatan nilai-nilai kebangsaan dinilai perlu dimulai dari lingkup terkecil, yakni keluarga. Anggota DPR RI Dapil Jawa Timur XI (Madura) Fraksi PDI Perjuangan, MH. Said Abdullah, mendorong perempuan mengambil peran strategis sebagai penggerak utama dalam merawat persatuan bangsa melalui internalisasi Empat Pilar Kebangsaan.
Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Ballroom Hotel De Baghraf, Sumenep, Rabu (11/2/2026). Kegiatan ini diikuti ratusan perempuan dari berbagai latar belakang, mulai dari kader komunitas, tokoh perempuan desa, hingga ibu rumah tangga.
Dalam sambutannya, Said Abdullah menekankan bahwa tantangan kebangsaan hari ini bukan hanya persoalan politik, tetapi juga soal penguatan karakter dan toleransi di tengah masyarakat yang majemuk. Menurutnya, perempuan memiliki posisi kunci karena perannya yang dekat dengan pembentukan nilai di keluarga.
“Nilai Pancasila, semangat persatuan, dan sikap menghargai perbedaan paling efektif ditanamkan sejak di rumah. Di sinilah peran perempuan menjadi sangat strategis,” ujar Said Abdullah.
Sosialisasi menghadirkan dua narasumber, Hodaifah dan Indayani, dengan pendampingan tenaga ahli MH. Said Abdullah, Moh. Fauzi, M.Pd., serta Slamet Hidayat, S.H. Materi difokuskan pada pemaknaan Empat Pilar Kebangsaan Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika dalam konteks kehidupan sehari-hari.
Hodaifah mengingatkan bahwa Empat Pilar bukan sekadar hafalan yang selesai di bangku sekolah. Ia menekankan pentingnya menghidupkan nilai-nilai tersebut dalam praktik sosial.
“Empat Pilar sudah kita pelajari sejak SMP. Yang sering lupa adalah bagaimana menerapkannya dalam keseharian. Pancasila, misalnya, harus tampak dalam sikap saling menghormati, adil, dan bermusyawarah,” kata Hodaifah.
Ia juga menyoroti kontribusi perempuan dalam pembangunan bangsa yang tidak selalu identik dengan ruang publik formal. Peran domestik, menurutnya, justru menjadi fondasi penting pembentukan karakter generasi.
“Menjadi ibu rumah tangga yang mendidik anak dengan nilai toleransi dan kepedulian sosial itu kontribusi nyata untuk bangsa,” tuturnya.
Sementara itu, Indayani menekankan pentingnya menjaga harmoni di tengah keberagaman Indonesia. Ia mengingatkan bahwa perbedaan suku, bahasa, budaya, dan ras merupakan kekayaan yang harus dirawat bersama.
“Kita hidup dalam keberagaman. Jangan sampai perbedaan dijadikan alasan untuk merendahkan pihak lain. Dari candaan kecil pun, intoleransi bisa tumbuh,” ujarnya.
Menurut Indayani, peran perempuan sangat penting dalam merawat iklim sosial yang sehat di lingkungan keluarga dan komunitas. “Kalau harmoni sosial terjaga, potensi konflik bisa ditekan. Perempuan punya peran besar dalam menanamkan sikap saling menghargai,” tegasnya.
Kegiatan sosialisasi ini diharapkan memperkuat kesadaran perempuan di Sumenep dan Madura secara umum untuk menjadi agen perdamaian dan penjaga nilai kebangsaan, sekaligus memperluas praktik Empat Pilar dalam kehidupan bermasyarakat. (Red/Emha)





