Pena Madura, Sumenep, 11 Februari 2026 – Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang digelar di Ballroom Hotel De Baghraf, Sumenep, Rabu (11/2/2026), menjadi ruang konsolidasi warga untuk memperkuat persatuan di tengah maraknya disinformasi digital. Kegiatan yang diinisiasi Anggota DPR RI MH Said Abdullah itu diikuti ratusan peserta lintas generasi.
Forum berlangsung interaktif. Peserta aktif menyampaikan pandangan tentang tantangan kebangsaan, mulai dari menguatnya polarisasi opini di media sosial hingga melemahnya sikap toleransi di ruang publik. Diskusi mengalir dengan suasana terbuka dan kritis.
Narasumber M. Ridho Ilahi Robi menegaskan bahwa Kabupaten Sumenep dengan karakter wilayah daratan dan kepulauan merepresentasikan wajah Indonesia yang majemuk. Keberagaman tersebut, menurutnya, harus dirawat sebagai modal sosial.
“Keberagaman di Sumenep adalah kekuatan. Jika dikelola dengan baik, ia akan memperkuat persatuan, bukan sebaliknya,” ujarnya.
Ridho juga mengingatkan bahwa Empat Pilar Kebangsaan bukan sekadar konsep, tetapi pedoman hidup bermasyarakat yang perlu dipraktikkan dalam keseharian, termasuk dalam bermedia sosial.
Sementara itu, Affandi Ubala menyoroti cepatnya arus informasi yang sering kali tidak diimbangi dengan literasi digital yang memadai. Ia menilai, penyebaran hoaks dan narasi provokatif bisa memicu gesekan sosial jika masyarakat tidak kritis.
“Literasi digital adalah benteng awal. Kita perlu membiasakan verifikasi sebelum berbagi informasi,” kata Affandi.
Ia menambahkan, generasi muda memiliki peran penting sebagai agen penjernih informasi di lingkungan masing-masing. Menurutnya, anak muda harus berani meluruskan kabar keliru dan menjadi teladan dalam bersikap bijak di ruang digital.
Kegiatan ini turut didampingi tenaga ahli Said Abdullah, Moh. Fauzi, M.Pd., dan Slamet Hidayat, S.H. Antusiasme peserta terlihat hingga sesi akhir, dengan banyaknya pertanyaan seputar cara praktis menangkal disinformasi serta menjaga kohesi sosial di tingkat komunitas. (Red/Emha)





