Razia di Dalam Rutan Tim Gabungan Temukan Banyak Benda Terlarang, Kalapas Beberkan ini

oleh
Suasana Razia di dalam Rutan Sumenep oleh Tim Gabungan
banner 468x60

Penamadura, Sumenep 06 April 2021 – Kepala Rutan Kelas II B Kabupaten Sumenep, Viverdi Anggoro mengakui jumlah narapidana (Napi) melebihi kapasitas yang ideal, hal tersebut disampaikan saat tim gabungan melakukan razia.

Rutan kelas II B Sumenep dari 17 sel laki-laki, satu sel perempuan dan dua sel isolasi yang di huni 323 napi pria dan wanita, dengan rincian napi pria sebanyak 306 dan napi perempuan 17 orang.

banner 336x280

Menurut kepala Rutan, Viverdi Anggoro idealnya sesuai aturan rutan Sumenep yang terdiri dari 17 sel di huni oleh 139 napi, namun faktanya penghuni rutan over sampai tiga kali lipat.

“Bukan agak padat memang padat, kapasitas kami 130, isinya sekarang 323, dengan catatan perkara hampir 80 persen itu pengguna narkoba. Kata Viverdi Anggoro, Kepala Rutan kelas II B Sumenep, Senin (06/04/2021).

Sementara itu jumlah napi perempuan di rutan Sumenep juga terus bertambah, saat ini sudah ada sebanyak 17 napi perempuan, “putri Cuma 17,” terang Karutan menambahkan.

Tim gabungan Kepolisian Polres Sumenep bersama BNN Kabupaten dan Rutan yang melakukan razia gabungan dengan memeriksa semua sel para napi, berhasil menemukan puluhan barang terlarang, seperti korek api, alat cukur kumis, botol beling, ikat pinggang dan pecut.

“Kita penggeledahan sesuai dengan karutan tadi/ sajam narkoba dan semua alat-alat yang tidak diperbolehkan didalam sel, alhasil ada beberapa logam yang kita temukan dan korek api rokok itu yang saat ini dan ada uang yang harus diamankan,” kata Kompol. Ahmad Robi’al, Kabag ops polres sumenep.

Semua barang-barang terlarang hasil razia di sita dan serahkan ke pihak rutan sebagai barang bukti, kegiatan ini d alam rangka untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan didalam rutan terutama peredaran narkoba, karena peredaran barang haram tersebut di Kabupaten Sumenep saat ini sangat marak.(Man/Emha)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *