oleh

Polres Sumenep Selidiki Kejadian Lansia Meregang nyawa Kena Petasan

Pena Madura, Sumenep 02 Oktober 2022 – Bermaksud hendak meramaikan kedatangan saudaranya pulau menunaikan Umroh dari tanah suci, seorang lansi di Sumenep meregang nyawa saat memainkan petasan bambu. Kejadian tersebut diselidiki Polresl Sumenep guna mengantisipasi agar tak terjadi lagi dikemudian hari.

Waka Polres Sumenep, Kompol Soekris Trihartono mengatakan korban bernama Kamsidi (60) warga Candi, Dungkek diduga membuat sendiri petasan bambu dan dimainkan atau diledakkan sendiri untuk menyambut saudaranya Hazam, warga Banuaju timur yang baru pulang menunaikan ibadah umroh, pada sabtu (01/10/2022).

Namun nahas saat petasan bambu diledakkan tiga kali ledakan berjalan mulus, pada ledakan ke empat sumbu petasan diduga mati, sehingga kamsidi bermaksud memeriksanya diintip dan tiba-tiba meledak mengenai tubuhnya, akibatnya korban mengalami luka bakar di perut hingga kepala.

Kejadian tersebut saat ini sedang dilakukan penyelidikan oleh Polres Sumenep darimana korban memperoleh bahan petasan tersebut apakah di rumahnya masih ada, hal itu untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan  itu terulang kembali karena saat ini musimnya banyak orang melaksanakan umroh.

“Tim kami sedang melakukan penyelidikan tentang material yang dibuat petasan tersebut asal usulnya dari mana,” kata waka Polres Sumenep, Kompol. Soekris Trihartono.

Polres Sumenep juga memerintahkan jajarannya terutama Babinkmtibmas supaya menggunakan sosialisasi kepada masyarakat bahwa membuat atau menjual petasan itu sangat dilarang bahkan ancaman pidananya bisa sampai 12 tahun penjara.

“selanjutnya tim kami babinkamtibmas kami perintahkan untuk mengaitkan kembali sosialisasi kepada masyarakat bahwasanya berkaitan dengan petasan yang membahayakan jiwa sangat dilarang dan ancamnanya 12 tahun penjara,” terang wakapolres Sumenep.

Memaikan petasan menyambut kedatangan warga pulang umrah di Sumenep sering dilakukan warga dengan maksud ingin meramaikan, aparat kepolisian sebenarnya sudah melarang, namun warga kadang mencuri-curi kesempatan melakukannya.(Man/Emha)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

News Feed