Pembangunan Jalan di Desa Kolo-Kolo Mangkrak, Kepala Desa Susah ditemui

oleh
Kondisi Jalan Di Dusun Tetean Bungkok Kolo-Kolo

Penamadura.com, Sumenep 18 November 2025 – Komitmen Kepala Desa Kolo-Kolo Kecamatan Arjasa Kabupaten Sumenep dipertanyakan warga, pasalnya hingga menjelang tutup tahun 2025 jalan sepanjang 200 meter dengan anggaran Rp. 157.501.500 hanya dibangun sekitar 70 meter.

Menurut warga jalan yang menyambungkan antara Dusun Tetean Bungkok dan sekitarnya itu awalnya akan dibangun secara swadaya oleh warga karena merupakan akses utama menuju Masjid, namun Kepala Desa Kolo-Kolo Mahfudz Sidik menyanggupi akan membangun melalui Dana Desa diawal tahun 2025 kemaren.

Namun hingga pertengahan tahun belum ada tanda-tanda akan dibangun oleh Pemerintah Desa, setelah di desak baru didatangkan material berupa batu dan pasir, dan baru dilaksanakan pembangunan JUT rabat beton sekitar Oktober 2025 dan sampai saat ini dipertengahan November baru selesai sekitar 70 meter dari rencana 200 meter yang sudah dianggarkan sebesar Rp. 157 juta 501. 500 rupiah.

Tokoh masyarakat setempat, Karib syah mempertanyakan kelanjutan pembangunan jalan tersebut karena sangat dibutuhkan untuk kenyamanan jama’ah yang mau ke masjid, sebab saat sudah tidak ada tanda-tanda pembangunan akan dilanjutkan, bahkan ada kabar pembangunan tidak bisa dilanjutkan karena anggarannya dipangkas.

“kalau saja pak Kades tidak ada kesanggupan jalan ini sudah kita bangun secara swadaya dulu, namun sampai sekarang hanya dikerjakan paling 70 meter dan kabarnya tidak bisa dilanjutkan karena anggotanya tidak turun” kata Karib, Tokoh Masyarakat Kolo-Kolo, Selasa (18/11/2025).

Kepala Desa Kolo-Kolo. Mahfud Sidik diawal tahun 2025 menyampaikan ada 4 lokasi pembangunan infrastruktur jalan poros Desa maupun jalan penghubung antar Dusun yang akan dibangun tahun ini, salah satunya jalan menuju Masjid Baiturrahman Dusun Tetean Bungkok sepanjang 210 meter dengan anggaran 157 juta lebih. Namun hingga menjelang tutup tahun baru sekitar 70 meter yang sudah dibangun JUT Rabat beton, kepala Desa saat dihubungi melalui WA tidak merespon.

Sementara itu Camat Arjasa Anyzar Sukma saat dikonfirmasi mengatakan Pemerintah Desa Kolo-Kolo telat menyelesaikan laporan dan pembangunan tahap dua, sehingga pencairan keuangan Dana Desa tahap kedua terpaksa ditangguhkan.
“dana Desa Kolo-Kolo tahap 2 belum bisa kita cairkan karena ada keterlambatan dari pihak Pemdes” katanya.(red/man)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *