Pena Madura, Jakarta, 19 Februari 2026 – Pemerintah Indonesia dan Arab Saudi terus memperkuat kerja sama strategis di bidang digital guna mengoptimalkan pelayanan haji dan umrah. Melalui Kementerian Haji dan Umrah, Indonesia menegaskan pentingnya integrasi sistem digital lintas negara demi menjamin keselamatan, kenyamanan, dan perlindungan jutaan jemaah setiap tahun.
Menteri Haji dan Umrah RI, Moch. Irfan Yusuf, menyampaikan bahwa integrasi digital bukan sekadar modernisasi teknologi, tetapi menjadi fondasi utama dalam pengawasan seluruh proses layanan jemaah, mulai dari penerbitan visa, akomodasi, layanan kesehatan, hingga kepulangan ke Tanah Air. Pernyataan tersebut disampaikan dalam forum Saudi–Indonesian Umrah Co.Exchange di Makkah.
Indonesia juga menyatakan dukungan penuh terhadap modernisasi layanan haji dan umrah sejalan dengan Saudi Vision 2030. Salah satu fokus utama yang didorong adalah penguatan konektivitas data dengan sistem Arab Saudi, termasuk optimalisasi platform Nusuk Masar untuk kontrak hotel dan manajemen layanan jemaah.
Selain itu, Indonesia mengusulkan adanya fleksibilitas mekanisme penggantian visa bagi jemaah yang batal berangkat agar kuota tidak hangus. Pemerintah menilai setiap kuota haji dan umrah merupakan hak umat yang harus dijaga pemanfaatannya secara maksimal.
Isu teknis lain yang turut dibahas adalah kejelasan mekanisme pembayaran Dam melalui sistem digital agar lebih praktis dan tidak membingungkan jemaah. Dengan integrasi sistem yang lebih kuat, pemerintah berharap proses administrasi semakin cepat, transparan, dan responsif terhadap kondisi darurat.
Melalui penguatan integrasi digital ini, Indonesia optimistis tata kelola pelayanan haji dan umrah ke depan akan semakin modern, efisien, dan berorientasi pada kenyamanan serta keselamatan jemaah. (Red/Emha)






