oleh

Pelatihan Spesialis Las EDTC Targetkan Peserta Mampu Suplai Kebutuhan Galvanis di Sumenep

Pena Madura, Sumenep, 19 September 2019 Pelatihan las Spesialis Besi Alumunium Dan Garvalum oleh Enterpreneur Training and Development Center (ETDC) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, sudah digelar sejak beberapa minggu lalu. Pada tahun 2019 ini, sebanyak 30 peserta yang merupakan pemuda dari berbagai kecamatan ikut dalam pelatihan itu.

Pelatihan spesialis las itu dimulai sejak tanggal 24 Agustus lalu. Saat ini peserta sudah sampai pada tahapan praktik. Beberapa produk menjadi bahan praktik peserta mulai dari kanopi, gerobak untuk jualan, etalase, paket meja kursi hingga jemuran. Jika tidak ada kendala teknis pelatihan tahap satu itu akan selesai seminggu lagi.

Pendamping pelatihan las spesialis besi alumunium dan garvalum EDTC, Anshori Fahmi menerangkan, ada dua tahapan yang dilalui para peserta, pertama pemaparan materi selanjutnya langsung praktik.

“Pertama materi potong sambung dulu, setelah fasih dan hasilnya bagus baru masuk praktik pemasangan. Kalau di las lebih menekankan pada keselamatan kerja bukan seperti jenis usaha lain sejenis olahan,” katanya. Kamis (19/09/2019).

Ia menambahkan, pelatihan yang dilakoni tidak mengikat, dimana peserta bisa terus mengasah di tahapan yang belum fasih, sehingga dengan demikian pasca pelatihan peserta benar-benar siap untuk membuka usahanya.

“Misalnya bagi peserta yang belum fasih dibagian potong sambung, mereka tidak akan dipaksakan ke tahap selanjutnya. Kami tidak akan memaksa peserta untuk praktik melakukan pemasangan,” tambahnya.

Sementara bagi peserta yang sudah fasih, menurut Anshori langsung diajak untuk pemasangan. Ia menargetkan dari 30 peserta yang ikut paling tidak akan mampu membuka 10 usaha las baru di Sumenep.

“Jadi dari 30 SDM yang kami latih, 10 orang diharapkan bisa jaditukang. sementara sisanya paling tidak menjadi asisten. Kalau kerja panggilan misalnya las butuh asisten,” jelasnya.

Untuk target bisnisnya , pengusaha lulusan dari EDTC bisa mengajak pekerja las lain untuk bermitra. Mulai dari suplai bahan hingga penyaluran produk jadi. Karena kondisi saat ini antar pengusaha saling membunuh pasar.

“ Untuk tahun ini kami sudah medapatkan permintaan meski jumlahnya masih belum banyak. Tapi kalau peserta beberapa tahun lalu saat ini sudah banyak yang sukses dan banyak melayani pesanan dari masyarakat. Karena selain melatih, kami juga mengayomi peserta sebelumnya,” tutupnya. (Emha/Man).                     

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

News Feed