Pena Madura, Sumenep, 21 Mei 2022 – Sejak tanggal 2 Maret 2020, kasus pertama Covid-19 ditemukan di Indonesia. Sejak saat itu kasus demi kasus terus ditemukan dibeberapa daerah, termasuk di wilayah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.
Bahkan, pandemi Covid-19 di Indonesia terus mengalami peningkatan dengan penserita yang terus bertambah. Kondisi itu juga terjadi di Kecamatan Talango, Kabupaten Sumenep. Akibatnya sejak saat itu Klinik Pratama Ummi di Desa Padike juga mengalami peningkatan pasien.
Klinik yang berdekatan dengan gedung Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) Babussalam itu, pasiennya saat covid melanda relatif banyak. Sehingga membutuhkan tambahan ruang perawatan. Solusinya, manajemen Klinik Pratama Ummi meminjam ruangan madrasah untuk merawat pasien. Apalagi saat itu kegiatan belajar mengajar di MDT diliburkan akibat Pandemi.
Kepala MDT Babussalam, Syamsul Arifin menerangkan, pihaknya hanya meminjamkan selama Pandemi Covid-19 terjadi. Tidak benar jika ruangan madrasahnya dimanfaatkan untuk klinik pribadi.
Gedung MDT Babussalam yang direnovasi menggunakan program Pembangunan Infrastruktur dan Pengembangan Ekonomi Kerakyatan (PIPEK) tahun 2019, saat ini sudah berfungsi seperti biasa karena kasus covid sudah mereda.
“Memang benar ruangan madrasah ini sempat digunakan untuk merawat pasien pada saat Pandemi, karena aktifitas belajar mengajar tidak aktif,” kata kepala MDT Babussalam, Syamsul Arifin, Sabtu (21/5/2022).
Menurut pria yang akrab disapa Encung, madrasahnya saat ini sudah dimanfaatkan kembali sebagaimana mestinya yakni tempat belajar dan menginap santri saat hari Sabtu dan Minggu.
“Kalau sekarang sudah dipakai kembali. Bahkan, kalau hari Sabtu ada santri yang menginap karena ada pengajian khusus kitab, baik malam maupun paginya,” ucapnya.
Lebih lanjut ia menjelaskan, MDT Babussalam berdiri sejak tanggal 16 Juni 2008 dan terdaftar sejak 12 April 2010. Hal itu sesuai dengan piagam yang dikeluarkan oleh Kemenag Sumenep.
“Madrasah ini berdiri sejak tahun 2008 dan terdaftar sejak tahun 2010. Kalau penggunaan ruangan untuk pasien klinik itu hanya sifatnya sementara, pada saat Pandemi,” tegasnya.
Ia juga menegaskan, bangunan tersebut sebenarnya sudah ada sebelum adanya program pipek tersebut. Hanya saja, pada tahun 2019 ada program renovasi ruangan melalui program pipek sebesar 180 juta rupiah.
“Bangunan ini hanya direnovasi. Kalau bangunannya memang ada sebelumnya dan telah ditempati juga,” katanya menambahkan.
Perlu diketahui, salah satu media online memberitakan bahwa bangunan madrasah MDT Babussalam yang dibangun menggunakan program pipek itu digunakan untuk kepentingan klinik milik anggota dewan.
Hal itu dibantah oleh kepala madrasah dan anggota dewan itu sendiri karena status penggunaanya hanya peminjaman selama Pandemi Covid-19. (Emha/Man).





