oleh

Misnaya, Penyandang Difabel Yang Menafkahi Keluarganya Lewat Karya Seni Melukis

Penamadura.com, Sumenep 10 Januari 2019 – Keterbatasan fisik bukan halangan bagi seseorang untuk berkreatifitas, Buktinya Misnaya (34), Seorang di Kecamatan Batuan Sumenep, Meski menyandang Difabel, namun ia mampu menjadi pelukis professional dan karya lukisannya bisa menghasilkan uang untuk menanfkahi keluarganya.

Meski terlahir sebagai seorang difabel yang tidak sempurna secara fisik, Misnaya (34) warga Desa Torbang Kecamatan Batuan Kabupaten Sumenep, Madura jawa timur, mampu menutupi kekurangannya dengan sebuah keahlian menjadi seorang pelukis sejati, sehingga karyanya banyak disukai para pecinta seni dan estetika.

Kegemarannya melukis sudah mulai tumbuh sejak kecil, dan terus di asah saat di bangku sekolah dasar dan SLTP, bahan saat di bangku sekolah ia sering mendapat kesempatan untuk berbagi kegemarannya menggambar dengan teman-temannya.

“saya suka menggambar sudah sejak kecil dan terus di asah ketika sekolah,” kata Misnaya (34), Kamis (10/01/2019).

Misnaya, mengaku pendidikan formalnya sempat terhenti setelah tamat SLTP karena terkendala tidak punya biaya, untuk mendapatkan ijazah SLTA ia berusaha mengikuti persamaan dan akhirnya berhasil mendapatkan ijazah SLTA.

Hasil karya lukisannya mulai banyak di kenal sejak ia belajar di sebuah pondok pesantren di Kelurahan Bangselok mulai tahun 2000-2015, sejak berada di pondok tersebut mulai banyak yang mengundang dirinya untuk melukis seperti di pesta pernikahan atau di sekolah.

“pada tahun 2000 an lukisan saya mulai banyak dikenal dan banyak pesanan, kadang saya di undang langsung,” kata Misnaya yang sudah memiliki seorang anak tersebut.

Karya lukisannya bahkan sudah sering diikutkan pameran di sejumlah tempat di jawa timur, dan pernah mendapat penghargaan lukisan natural terbaik pada tahun 2013 lalu, kemudian di nobatkan sebagai tokoh penyandang disabilitas terbaik pada sumenep award 2017 yang diselenggarak Pemerintah Kabupaten Sumenep.

Keahliannya melukis tersebut sudah menjadi penopang hidupnya untuk memenuhi kebutuhan ekonominya menghidupi seorang istri dan seorang anaknya di Desa Torbang Batuan Sumenep, pria berwajah tampan dan penyabar tersebut bahkan siap menerima pesanan melukis di rumahnya atau di panggil ke tempat.Man/Emha

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

News Feed