oleh

Mayoritas PAC Menghendaki Nahkoda PPP 2021-2026 Adalah Kyai Ali FIkri

Pena Madura, Sumenep 20 Desember 2021 – Dewan Pimpinan Cabang Partai Persatuan Pembangunan (DPC PPP) menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) ke-IX Sumenep.

Para musyawarah cabang yang berlangsung di Hotel C1 Sumenep tersebut bertujuan membentuk susunan pengurus DPC PPP Kabupaten Sumenep periode 2021-2026, seperti ketua, sekretaris dan bendahara (KSB) dengan di awali penyusunan tim formatur.

Khairul Fattah, Pelaksana tugas (Plt) Ketua DPC PPP Sumenep dalam sambutannya pada minggu (19/12) menyampaikan, tujuan Muscab IX ini diantaranya dalam rangka pemilihan formatur,  dimana menurut AD/ART partai terdiri dari dewan pimpinan pusat (DPP) PPP ada 1 perwakilan, dewan pimpinan wilayah (DPW) 1 orang, dari DPC PPP Sumenep 1 perwakilan dan dari elemen pengurus anak cabang (PAC) PPP ada 4 dari unsur itu.

“itu berdasarkan AD/ART partai yang tugasnya adalah membentuk kepengurusan jajaran ketua dan semuanya. Formatur itu nanti yang akan menentukan siapa pengurus DPC PPP Sumenep,” kata Khairul.

Khairul menambahkan, poin yang ditekankan adalah bahwa formatur yang akan bekerja memformulasikan kepengurusan DPC PPP Sumenep periode 2021-2026, diharapkan tim formatur yang terbentuk sedapat mungkin merangkul semua pihak.

Sementara itu penentuan formatur dari perwakilan DPC dan PAC-PAC dilakukan dengan cara voting yang demokratis, Sedangkan untuk formatur kehormatan adalah dari perwakilan DPP PPP dan formatur perwakilan DPC PPP Sumenep yang terpilih melalui voting adalah Asy’ari.

“Itu yang dihasilkan. Ada 7 formatur, karena bahwasanya sampai saat ini masih belum ada calon yang siap menjadi ketua DPC PPP, namun suara teman-teman PAC menghendaki Kiai Fikri untuk melanjutkan estafet kepemimpinan, itu terpilih secara aklamasi,” terang Khairul menambahkan.

Asy’ari mengaku siap bekerja dan maksimal 20 hari ke depan untuk menyusun jajaran kepengurusan DPC PPP Sumenep, mulai pengurus harian, majelis syariah cabang, majelis pertimbangan cabang (MPC) dan majelis pakar cabang.

“Dalam 20 hari insyaAllah sudah terisi semua, setelah itu baru menentukan langkah PPP ke depan,” terang Asy’ari.(Man/Emha)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

News Feed