Marak Isu Penculikan Anak, Kapolres Sumenep Tegaskan Tidak Ada Penculikan di Sumenep

oleh
Kapolres Sumenep, Akbp. Deddy Supriadi, Saat Melakukan Safari Kepulauan beberapa waktu lalu
banner 468x60

Pena Madura, Sumenep 24 Februari 2020 – Polres Sumenep tegaskan isu penculikan di sejumlah daerah di Kabupaten Sumenep adalag hoaks, beberapa kejadian hingga berujung penangkapan juga ternyata bukan penculikan.

Sejak seminggu terakhir masyarakat Kabupaten Sumenep memang di hebohkan dengan maraknya beredar isu penculikan anak di sejumlah tempat, bahkan isu tersebut semakin membuat resah masyarakat karena adanya surat edaran dari Dinas Pendidikan yang meminta agar para orang tua waspada terhadap adanya isu tersebut.

banner 336x280

“maraknya isu penculikan di tiap-tiap daerah setelah dilakukan pengecekan isu penculikan tersebut tidak benar adanya,” kata Kapolres Sumenep, Akbp. Deddy Supriadi, Senin (24/02/2020).

Sementara terkait laporan warga Gapura yang anggota keluarganya dinyatakan hilang beberpa waktu lalu, setelah dilakukan pengecekan tersenya yang bersangkutan yang sudah duduk di bangku kelas 1 SMP tersebut sudah tiga kali meninggalkan rumah.

Sehingga menurut Kapolres memang ada terjadi seolah-olah penculikan yang ada di wilayah hukum Polsek Gapura, namun setelah dilakukan pengecekan oleh personel Polsek Gapura, korban dinyatakan sudah melakukan kejadian secara berulang meninggalkan rumahnya sebanyak tiga kali.

Sehingga berbeda konteknya ketika terjadi penculikan seperti ketika anak pulang sekolah kemudian diajak seseorang yang tidak dikenal kemudian mengikuti ajakan tersebut itu bisa dikatagorikan sebagai penculikan, terang Kapolres.

Kapolres Sumenep meminta warga Sumenep agar tidak mudah mengatakan atau penyebarkan isu bahwasanya marak isu penculikan di Kabupaten Sumenep, karena kalau isu tersebut selalu dimunculkan akan meresahkan masyarakat lebih luas.

Seperti diketahui pada akibat maraknya isu penculikan anak tersebut, pada sabtu 22 februari terjadi dua penangkapan yang diduga pelaku penculikan yaitu di Batang-batang setelah di periksa ternyata yang bersangkutan orang kurang sehat atau mengalami gangguan mental, yang kedua di wilayah Guluk-guluk warga ramai-ramai menangkap seorang pemuda karena diduga hendak menculik anak-anak, namun setelah diperiksa ternyata yang bersangkutan sedang mabuk karena baru saja mengkonsumsi obat komix dalam jumlah banyak sehingga sampai mabuk.[Man/Emha]

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *