oleh

KPU Sumenep, Pendistribusian Logistik Ke Kepulauan ditunda Pekan Depan

Penamadura.com, Sumenep 01 April 2019 – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumenep, gagal melakukan pendistribusian logistic ke wilayah Kepulauan lebih awal, Semula KPU menjadwalkan tanggal 3 April 2019 Ke Pulau Masalembu Kabupaten Sumenep, Madura Jawa Timur.

Abd. Waris, Ketua KPU Sumenep, mengatakan rencana awal pendistribusian logistic ke Kepulauan memang akan dilakukan lebih awal untuk mengantisipsi kondisi cuca dan menyesuaikan dengan jadwak kapal regular, dan ternyata untuk rencana tanggal 3 April 2019 gagal ditunda hingga tanggal 8 April pekan depan.

“Rencananya tanggal 8 April kami mulai mendistribusikan logistik pemilu ke wilayah kepulauan yakni Kecamatan Masalembu,” kata ketua KPU Sumenep, A. Warits, Senin (01/4/2019).

Salah satu Kepulauan terluar yang menjadi prioritas rencana yaitu Masalembu, salah satu Kecamatan yang masuk pada daerah pemilihan (Dapil) 7 meliputi Pulau Kecamatan Ra’as Pulau Ra’as, Kecamatan Nunggunong dan Gayam Pulau Sepudi. Jadwal pendistribusian logistik disesuaikan dengan jadwal kapal ke Masalembu yang biasa melayani penumpang secara reguler.

“Saat ini sebagian logistik yang akan didistribusikan sudah siap. Tinggal menunggu jadwal kapal. Kalau ada perubahan jadwal kapal, pendistribusian logistik bisa berubah. Bisa  sebelum tanggal 8 April,” terangnya.

Dua Daerah Pemilihan (Dapil) di wilayah Kepulauan merupakan Dapil Kepulauan terluar di Kabupaten Sumenep yaitu Dapil 7 yang meliputi Kecamatan Masalembu, Nunggunung dan Gayam Pulau Sepudi dan Kecamatan Ra’as, dan Dapil 6 yang meliputi Kecamatan Arjasa dan Kangayan Pulau Kangean dan Kecamatan Sapeken.

Jumlah DPT Sumenep pada Pemilu 2019 sebanyak 872.764 orang. Jumlah tersebut terdiri dari 410.522 laki-laki dan 462.242 perempuan. Mereka nantinya akan menyalurkan suaranya di 4.315 Tempat Pemungutan Suara (TPS).Man/Emha

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed