oleh

Komisi 4 DPRD Sumenep Siap Perjuangkan Status Ribuan Honorer Nakes

Pena Madura, Sumenep 03 Oktober 2022 – Puluhan tenaga kesehatan (Nakes) Kabupaten Sumenep mendatangi kantor DPRD, mereka mengadukan status nasib mereka sebagai tenaga honorer puluhan tahun hanya digaji Rp. 100 ribu per bulan. Kedatangan para Nakes diterima Komisi 4 yang berjanji akan terus mengawal aspirasi mereka.

Para tenaga kesehatan (Nakes) mengaku selama puluhan tahun mengabdi sebagai pejuang kesehatan hanya dibayar Rp. 100-300 ribu per bulan, sedangkan tugas mereka sangat berat apalagi saat pandemi Covid-19 kemaren mereka bekerja mempertaruhkan nyawa bahkan banyak diantara mereka yang gugur, mereka mengajukan dua tuntutan yaitu dimasukkan sebagai pegawai P3K atau mendapat gaji sesuai UMK.

“Tuntutan teman2 itu ada dua pak/yang pertama kami ingin juga di legalitas masuk ke P3K terus yang kedua jalan terakhirnya kita BLUD Semuanya TKS (tenaga kesehatan) dari masing2 tanpa terkecuali untuk bisa BLUD dan itupun juga UMK,” kata Ahmad Sufriyan, Perwakilan Nakes, Senin (03/10/2022).

Sekretaris komisi 4 DPRD, Abu Hasan, mengatakan pihaknya akan terus mengawal aspirasi dari para tenaga kesehatan tersebut supaya bisa diangkat sebagai pegawai P3K atau kalau memang tidak bisa, maka komisi 4 akan menggunakan kebijakan politik meminta Pemkab Sumenep membuat peraturan daerah (perda) memperjuangkan nasib para tenaga kesehatan mengakomodir status dan gaji mereka sesuai umk atau layak.

“Sesuai dengan rapat yang berkembang tadi Dinas Kesehatan minta waktu dua minggu dan saya berharap setelah dua minggu itu ada laporan-laporan perkembangan terkait dengan nasib para tenaga honorer yang ada di Kabupaten,” kata Abu Hasan, Sekretaris Komisi 4 DPRD Sumenep.

Apabila tidak bisa masuk sebagai pegawai P3K, maka Komisi 4 akan tetap mengusulkan kepada Bupati atau Pemkab agar hak dan kewajiban para tenaga honorer tersebut bisa di akomunir melaui peraturan daerah (Perda).

“kalau misalnya dalam dua minggu itu tidak ada titik terang, maka menjadi penting komisi 4 untuk segera ambil tindakan politik bagaimana nasib para tenaga sukwan itu bisa diatasi,” kata Politikus PKB dapil 6 tersebut.

Jumlah tenaga kesehatan di Kabupaten Sumenep sekitar 1.238 yang tersebar di 27 Kecamatan daratan dan kepulauan dan di Rumah Sakit Daerah Kabupaten Sumenep, para nakes berjanji akan datang kembali ke kantor dprd mempertanyakan janji dinas kesehatan untuk memperjuangkan nasib status mereka ke pemerintah pusat.(Man/Emha)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

News Feed